Cerita lucu bikin ngakak! Kisah Humor Hasbiallah

Kisah lucu ini aku ambil dari kisah nyata aku sendiri, karena bisa jadi kejadian yang aku alami sehari hari bisa menghibur teman semua, pada cerita ini kamu akan melihat karakter bagai mana aku dalam menghadapi berbagai hal.

sebelumnya aku ngak pede jika bercerita tentang diriku sendiri, dengan karakter aku sendiri, namun jika di jadikan lelucon, kayaknya menghibur juga.

cerita lucu ini akan di tambah setiap ada yang baru. dengan judul yang baru jadi pantengin terus ya breww.

Zilong Jahat

cerita hasbi

Oleh Hasbiallah

Namaku Hasbi…,

Aku naksir sama cewe tetangga nama samarannya Azizah Putri Nasyila biasa di panggil Iji, Sedangkan nama aslinya kamu ngak usah tau, soalnya aku malluw.

Rumah Iji cukup dekat dengan mes tempat aku bekerja, kira kira 10 meteran lah dari gerbang Mes, Jadi, jika aku pengen bertemu dia ya tinggal samperin aja.

Tapi aku tidak menyangka bahwa hal yang seharusnya mudah menjadi lebih sulit karena kelemahan diriku sendiri.

Tiang Jemuran

Gagang pintu gerbang mes masih sama seperti yang kemaren, wujudnya masih berupa tangkai besi melengkung, supaya bisa ditarik, dan aku berdiri sebentar sambil memegangnya.

di depan gerbang itulah rumah iji, Terlihat pintu belakangnya dan ada bangku panjang, kadang aku beruntung melihat iji duduk di situ, tapi aku tidak pernah godain soalnya aku malu. malu? lebih ke takut di cuekin sih.

Oh iya sori hampir lupa, saat itu aku mau main kerumah Iji mumpung hari minggu, abis kalo ngak main kerumahnya kapan lagi aku bisa deketin dia, soalnya ngak pernah punya kesempatan bagus. jadi ya udah aku main saja kerumah nya.

Aku mau lewat jalur depan, di mana aku melewati pinggir rumahnya lalu melimpir sedikit maka dari jalan raya itu terlihatlah jemuran di depan rumahnya. jarang jarang aku melihat semvak di jemur di sana, mungkin ada tempat spesialnya kali. kecuali beberapa kali saja. itu juga semvak cowo, punya siapa ya? ukurannya juga agak kecil!

kadang aku beruntung soalnya kalo siang di hari libur, aku lihat iji sedang menjemur baju di situ, kadang yang kudapati hanya jemurannya saja ada kerudung pink, ada baju lengan panjang warna biru, ada juga baju emaknya.

Akhirnya aku buka pintu gerbang mes, dengan cara menarik gagang besi bengkok yang njeleb ke tiang besi gerbang, lalu aku tarik tarik, ternyata keras, suwe keras amat, apaan sih ini!

Ternyata slot di bawahnya belum aku tarik, soalnya aku lupa, sori!

Seperti di sunat

Mulailah aku berjalan.

tapi yang aku rasa seperti berenang menuju palung hatiku yang paling dalam di mana disitu sosok iji bersemayam, dan aku sedang berusaha membujuk sosok itu supaya tersenyum. soalnya aku takut tidak di ramahin, maksudku niat aku baik mau siraturahmi, nantinya aku di sodorin anjing piaraannya yang galak. pikirku gitu

Semakin jauh aku berjalan, semakin jauh pula aku menyelam, semakin dekat aku ke tiang jemuran itu, semakin dekat pula bayangan iji, namun bayangan raut iji tidak bisa tersenyum, rasanya memang tidak beres jika aku paksain.

dan juga…,

Aku bingung harus seperti apa di depan rumahnya, apakah harus bertanya, buk Iji nya ada?

Jika seperti itu maka ibuk mungkin menjawab dengan cuek, lalu ijinya muncul dengan cuek pula, maka jadinya aku menjadi orang palanga polongo, yang entah mau ngapain.

Atau mungkin, aku bisa langsung masuk kehalaman rumahnya, dan langsung ucapkan Salam, lalu manggil Ji…, ji…, iji…,

dan jika begini maka konsekuensinya mungkin lebih eskrim lagi, dimana Iji AKA Azizah, akan bertanya “Ya ada apa,? kayaknya gue ngak punya hutang sama lo ya, sana pulang!” lalu dia menutup pintu.

Aku sedang berasa mau di sunat, menegangkan brew! detak jantungku udah seperti pedal drum lagu kangen band, yang semakin brutal menghujam dadaku. sedangkan pipiku terasa hangat entah kenapa.

tidak jauh lagi garis penentuan dari keputusanku segera tiba. di mana dedek kecil mau di potong ujungnya. se enggaknya rasanya sama seremnya dengan itu. sesuai pengalaman.

di depan ada pohon jambu, sebelum pohon jambu itulah tempat masuk kehalaman rumah iji.

Pintu rumah iji sama persis kehilatannya dengan pintu kamarku saat mau bersunat dulu, Entahlah mungkin dunia ini sedang bercanda

Ekspektasi

terkadang orang yang otaknya sehat juga punya ekspektasi yang aneh.

aku yakin otakku sehat Alhamdulillah

namun kejadian ini sempat membuatku mengkaji ulang dari awal, sebenarnya apa yang terjadi dengan isi kepalaku.

aku ingat saat mau di sunat dulu, dimana pintu kamar jadi serem banget, kesereman yang belum pernah aku temui sebelumnya, padahal sebelumnya dari kamar itu aku keluar masuk untuk tidur.

begitu pula dengan pintu rumah iji, bentuk nya sama kayak pintu biasa, jika aku orang yang sedang biasa aja, maka aku akan ke situ, dan bilang

“permisi”

lalu iji nya jawab “iya siapa”

“gua hasbi”

lalu dia nanya “Ngapain lo kerumah gue”

“Main aja”

“Yaudah sini masuk”

paling gitu, gak bakal di jadiin ayam penyet. atau hasbi penyet ya kan?

tapi kok saat itu aneh malah lebay, bingung juga sebenarnya. kenapa ko jadi lebay gini. padahal aku kan sering berkunjung kerumah orang, ya biasa aja gitu.

di saat itu aku sebenarnya sudah punya pilihan.

apakah harus menerjang masuk ke halaman rumahnya, lalu sesampainya disana pura pura bego aja udah.

atau harus duduk aja di bangku depan pagar rumahnya, trus kalo ada yang nanya bilang aja lagi nungguin ojek.

sebelum mengambil keputusan!

sekelabat sosok Zilong [Hero Mobile Legend] menusuk ku dari belakang menggunakan tombaknya, lalu tubuhku di hempaskan ke permukaan bumi, hingga tanah tanahnya itu bergetar, akibatnya tenaga ku berkurang banyak.

belum berhasil aku bangkit, tiba tiba aku di serang dari segala penjuru, ada yang pakai panah, ada yang berbentuk api saja, hingga tubuhku bengkak bengkak segede bisul yang tumbuh di pantat.

ekepektasi yang luar biasa…!

dengan kenyaatan yang sederhana…,!

Karena saat itu dari arah belakangku menikung sebuah sepeda motor, yang langsung mengarah masuk ke halam rumah iji.

di atas sepeda motor itu Iji sedang di boncengi pacarnya. dengan formasi namplok. cowonya bawa motor sedangkan iji di belakangnya dengan tangan yang melingkar di leher cowo.

dia sempat melirikku dengan sudut mata yang cuek, sedangkan pacarnya hanya menoleh sambil pasang wajah sok elegan.

sedangkan aku sendiri langsung melirik dia sambil malu malu. tapi muka merah dan detak jantung semakin cepat.

terdengar jelas sebuah lagu, kayaknya berasal dari konter abangnya si aidah di tidak jauh di depan arah depan!

“But I’m a creep, I’m a weirdo.
What the hell am I doing here?
I don’t belong here.”

Tugas Sesuai Kapasitas

Bersamaan dengan lagu Radiohead itu, aku berjalan pelan menuju depan sana,ke arah samping konter kecil itu, ada sebuah gang

jika dari pintu depan rumah Iji maka gang itu terletak di sebelah kirinya, dan aku memasuki gang itu, hingga akhirnya aku sampai lagi di belakang rumahnya Iji, jadi yang aku lakukan ini hanyalah muterin rumahnya aja.

mau tidak mau aku harus melakukan itu, dan mengabaikan pintu rumahnya yang aku lihat sudah ada rantai besi mengunci pintu itu, dan ada tulisan “Hasbi dilarang masuk, karena toxic”.

hingga akhirnya aku membatalkan niat awalku.

jika diringkas maka inilah rincian perjalananku.

Aku muncul dari arah tembok kanan rumah iji, lalu berbelok ke arah depan rumahnya, dengan niat ingin bertamu kerumahnya itu.

karena ada zilong yang mengangkut iji entah dari mana, maka aku batalkan niat bertamunya, lalu aku lurus saja menuju depan, akhirnya masuk lagi ke gang di tembok bagian kiri rumahnya, lalu aku muncul lagi di belakang rumahnya itu.

dimana di situ ada sebuah gerbang, dengan tangkai besi yang njeleb ke tiang.

dan setelah aku tarik.

Maka berdenting dentinglah suara besi yang beradu, tapi gerbangnya belum terbuka juga, “Buseeet…., keras amat.”

setelah aku tarik lagi, masih aja keras. ngehe doang ni pintu gerbang, aku tendang pintu gerbang itu kesel soalnya, tapi pintunya malah terbuka

dan ternyata ngebukanya harus di dorong…., sori sori, aku lupa! kalo di tarik dari luar makin ketutup dia.

Sekarang aku sadar, bahwa yang sedang bekerja di jiwaku adalah hati yang berlebihan mengambil alih, dan hati itu tidak membiarkan logikaku berfikir dengan baik.

Maka aku memutuskan untuk membuang jauh perasaan yang terlalu dalam terhadap Azizah Putri Nasyila itu, supaya hatiku tidak perlu sok sokan mengendalikan jiwaku, biarlah hati ini bekerja sesuai kapasitasnya, dan logika bekerja sesuai dengan tugasnya.

supaya mengerti apa yang perlu aku lakukan dan tidak perlu aku lakukan.

dan aku sedang berespektasi bahwa tidak perlu jatuh cinta untuk menikah.

Karena jatuh cinta adalah milik mereka yang akan pacaran lalu putus, sedangkan keseriusan adalah milik mereka yang menikah lalu punya anak.

Zilong Jahat oleh hasbiallah

hasbi: Hasbiallah Bin Waizulkarni suka menulis pesan puitis yang seringkali tidak jelas di pesan cewe yang di sukainya. dulu! Kebiasaan itu di ubah menjadi menulis di kolom postingan website yang kamu baca sekarang ini. berupa puisi, Caption dan Juga cerpen!