Cerpen Cinta | Jomblo Yang Dirindukan

Diposting pada

Cerpen Cinta. Jomblo yang dirindukan ini berkisah Tentang kehidupan Kiko sahabatku. yang tidak pernah Risih dengan Status Jomblonya. Dia pernah dekat dengan Beberapa Cewe namun tidak pernah ia Pacari.

Cerpen Cinta Jomblo Yang Dirindukan
Cerpen Cinta

Cepen Cinta Kiko 1 : Riri

Aku hasbi aku mau Cerita perihal sahabatku Yang Berstatus Jomblo. Sebuah julukan yang seharusnya tidak disukai anak muda kekinian. Dimana status Jomblo adalah sebuah aib yang harus cepat-cepat di sudahi dengan cara Apapun.

Tapi tidak dengan Sahabatku, namanya Kiko dia tampan dan dia tidak H#M#, Namun dia betah dengan Kejombloan yang statistiknya hampir stabil sepanjang tahun.

Saat Tahun 2017, status jomblo Kiko sempat menurun dari Jones Ke jomblo biasa Aja, jika tahun-tahun sebelumnya Kiko Berstatus Jones karena tidak punya pacar tidak pula gebetan, maka di tahun 2017 dia sempat punya gebetan, Nama gebetannya Riri.

sebenarnya Riri sudah punya pacar Yang agak tajir dikit, sedangkan Kiko Lumayan Miskin dan bergaji Kecil sebagai karyawan Pabrik, Namun Kiko di untungkan Karena tampan dibandingkan pacarnya Riri, Mungkin keunggulan itulah yang di manfaatkan Kiko untuk mengebet Riri Cewe Paling Cantik sekomlek mekar jaya.

Waktu itu sepulang dari Pasar kaget Kiko mampir ke Kontrakanku ngpopi-ngopi.

“Ko [panggian kiko] lu mau nyalip pacarnya Riri ya” tanyaku

“Enggak Bi [Bi panggilanku], Gua Mendekati Riri Karena Dia Hot” Jawab Kiko Lalu tertawa Kencang.

“Oooh pintar lu sekarang” Tandasku

“Ngak juga bi, Kalo masalah Cewe gua masih sama begonya Kaya dulu” Kiko menampik, lalu dia berlalu begitu saja katanya mau kewarung beli Roko dulu.

Aku sedikit bingung dengan Kiko memangsih dia mengakui Kalau bego dalam urusan cewe, Tapi Saat Itu dia agak pintar sudah bisa mainin cewe seperti hubungan bersama Riri, Bagi cowo yang tidak Lihai main Cewe ini adalah sebuah prestasi yang lumayan bagus. Karena dia berhasil mengambil Hati Riri yang sudah punya pacar Tajir. Tapi Kok dia malah ngaku “Masih Bego”.

Waktu Itu Kiko pengen beli roko aku pikir dia cuma cari Alasan saja supaya bisa Pulang langsung, ternyata dia memang Kewarung Dan dia kembali ke kontrakanku sambil nenteng minuman dingin. dan beberapa cemilan dalam Kantong Kresek.

Dan malam itu kami lalui dengan bermain Ps karena beberapa teman yang lain datang ke kontrakan sambil bawa-bawa tas yang berisikan PS Beserta stiknya. dan Perihal Riri tidak Lagi aku tanyakan ke Kiko. Karena Aku pikir kiko tidak suka hubungannya di umbar-umbar.

Jika teman yang lain Jomblo lalu berhasil mengaet cewe, maka akan pamer kesana kemari. dan ingin menampakkan dirinya bahwa sekarang bukan Jomblo Lagi.

Sedangkan Kiko dia tidak seperti itu, dia lebih biasa saja, bahkan tidak ada yang tahu kalau dia diam-diam mengebet Riri cewe yang di gilai banyak pria itu. kecuali aku yang sempat memergoki Kiko dan Riri lagi jalan berdua di Pasar Kaget.

makanya aku bertanya ke Kiko apakah dia ingin menyalip pacarnya Riri, dan dia malah menjawab Dekat sama Riri karena Hot, “menurutku Kiko cuma main-main dengan Riri”

Cerpen cinta Kiko 2 : Tesa

Saat Itu Tidak ada teman yang main ke kontrakanku, Biasanya jam lima sore mereka satu persatu datang dengan gaya khasnya masing-masing.

Jika ada orang yang muncul dari balik Gerbang, dengan menenteng sebuah Gitar, berarti itu reno.

Jika dari balik gerbang muncul seorang membawa Tas [berisi PS] berarti itu Adalah dicky.

Dan Jika yang muncul seorang pria dengan Rambut gondrong belah pingir. mirip gaya Rambut Oliver Sykes. dan badannya agak kurus tinggi maka dia adalah Kiko.

Sudah pukul enam menjelang Maghrib, tapi tidak satupun diatara mereka yang muncul.

Tiba tiba aku ingat sekarang Awal bulan, dan Tepat di malam minggu, sudah tentu Para Sohibku berfoya-foya diluar sana. mungkin juga lagi jalan sama pacarnya masing-masing.

Hanphonku berbunyi, terlihat dari layar nama Kiko..

“halo brew lagi dimana” suara kiko

“ada di kontrakan” jawabku

“Ok gua tar lagi ke elo” kata kiko lagi lalu mematikan telfon.

“Syukurlah akhirnya ada juga yang mau datang malam ini, mudah mudahan kiko membawa PS dari rentalan, supaya malam minggu ini bisa diisi dengan beradu ilmu melalaui stik PS”

Tidak lama kemudian datanglah kiko dari balik gerbang dengan memakai baju Kameja lengan Panjang berwarna hitam dia memakai topi yang menghadap kebelakang. dan topi itu tidak sanggup menutupi rambut gondrongnya, yang beruraian dari pinggiran topi. Tapi sayang dia tidak membawa Apa apa.

“Buset lu ganteng amat, dari mana” tanyaku

Mata Kiko terlihat berbinar namun dia tidak menjawab pertanyaanku tapi Hanya tersenyum Lalu masuk kedalam kontrakan.

Aku yang penasaran langsung beranjak dari tempat duduk, lalu menongolkan kepala ke arah pintu, untuk melihat Kiko didalam sana, Ternyata dia langsung tiduran sambil mainin HP tidak lama kemudian bibirnya menyeringai. Dan dia tidak menghirauan aku yang melihat dia keheranan dari arah Pintu.

“Gua kirain lu sama Riri ko” Tanya ku, sambil berjalan ke arah Galon untuk menyeduh Kopi.

“Gak Riri lagi pergi kondangan katanya Sama Cowonya” jawab Kiko cepat

“Gua lihat lu bahagia gak cemburu emang sama Riri.?” Tanyaku Sambil menyobek bungkus kopi

“Trus gua harus Jungkir balik gitu, atau salto Dua Puluh kali ya enggak lah breww.

“Riri cantik bukan berarti gua harus cemburu sama dia, bukan berarti gua cinta sama dia, gua deket sama Riri semata-mata karena dia Cewe yang Hot. dan Alasan Gua deket sama dia cuma karena itu bro.” Kiko menjelasan.

Dan Aku Hanya menjawab “Terserah Elu dah”

“Kalo  Tesa yang jalan sama Cowo baru gua ngerasa Hilang kendali bro Rasanya pengen salto sejauh Dua Puluh Kilo Meter supaya rasa cemburu hilang” kata kiko lagi

Lalu Kiko memberikan setengah Senyum padaku, Sedangkan aku menatap Kiko keheranan sambil menggoyang-goyangan Sedok di dilam gelas yang berisi Kopi.

“Kopi lu beum di kasih Air bro” kiko mengingatkan.

Aku lupa menuangkan air kedalam gelas, Karena perkataan Kiko yang tidak aku sangka-sangka itu.

“Tesa mana.? Bukannya lu kemaren-kemaren ngangkuttin Riri.

“Tapi gak usah Lu ceritain deh pusing gua ngak ngerti..!” Ujarku

Lalu Kiko tertawa keras dan kembali mengalihkan Fokusnya ke Hanphone nya, sambil bilang “ini gua lagi Watsappan sama Tesa”

Aku hanya menjawab “Kumaha Sia [Terserah Elu=sunda]”.

dan Kiko tertawa lebih keras lagi. sedangkan aku menyeringai sambil mengaduk kopi dalam gelas yang sudah ku tambahkan air.

Cepen Cinta Kiko 3 : Riri dan Tesa

“Hasbi ya..?” Tanya salah satu cewe berkacamata lalu mengulurkan tangannya ke arahku.

“iya” jawabku lalu menyambut tangannya dan kami bersalaman

Sepasang mata bening di balik Kaca Mata itu Menatapku Tapi Tatapan Itu tidak terlihat sepenuhnya untukku, ada lorong kosong yang teramat Sunyi di dalam sana, dan pemilik mata itu sedang memaksakan sebuah senyuman meski bibir itu bergetar menahan gejolak.

“mbak tesa ya” Tanyaku

sebenarnya aku hanya menebak-nebak

“iya aku tesa, Tau darimana namaku” tanya dia lagi

“kemaren masuk berita pagi di koran” jawabku sekenanya.

Lalu cewe itu tertawa kecil sambil ujung jari telunjuknya menyeka air bening yang tadi sempat jatuh ke pipinya.

“Minta Doanya ya” kataku pelan

Saat mendengar Kalimat itu dia [Tesa] Entah Apa yang dia Cari dari Wajahku sampai dia begitu dalamnya menatapku, akhirnya Ia menunduk dan Gejolak hati Tesa tidak tertahan lagi dia terisak-isak, Aku Membuka kaca mata Tesa dan membiarkan dia menghabiskan Semua Emosi yang ada dalam Hatinya.

Sebagai Laki laki tentu ada insting untuk memeluk Tesa, tapi aku tidak mungkin melakukan itu, karena Takutnya Kiko melihatku dari dimensi Lain Lalu dia Salto Dua Puluh Kilo Meter. karena menahan Cemburu.

Aku mengajak Tesa duduk di sebuah Bangku Panjang dan membiarkan dia yang masih menangis, dan aku Sangat Memahami apa yang sedang dirasakan Tesa Saat itu.

Tesa yang masih tersedu-sedu mencoba Membuka pembicaraan.

“Kiko Itu Jomblo nya Beneran Gak sih” kata tesa sambil memaksakan senyum

“Iya dia adalah Jones yang paling Enjoy.

“Oh ya Kamu kenal Riri.?” Tanyaku

“Tau..! Sahut tesa sambil menghirup nafas Panjang ” karena Cewe bernama Riri itu aku marah pada Kiko sudah tau pengen serius Sama aku Eh Malah deket juga Sama si Riri.

Pada Akhirnya aku deket lagi Sama Cowo lain buat ngebalas Kiko, Tapi malah Aku nya yang tersiksa

“Hasbi kamu tau ngak !

Lalu tesa menoleh kearahku

“Aku tersiksa Karena memikirkan Perasaan Kiko.”

Cerpen Cinta Kiko 4 : Hilang

Saat Itu Tesa sepertinya tidak mau beranjak dari bangku panjang tempat Kami duduk, Aku jadi tidak enak meninggalkan dia sendirian, aku berfikir “sebaiknya aku disini saja menemani Tesa”

Aku dan Tesa duduk di bangku Panjang di Halaman rumah Orang Tua Kiko, bangku ini tidak Jauh dari pagar. Dan Kami tidak terlalu memperthatikan entah siapa saja yang sudah hadir, memang sepertinya Sudah Ramai.

Di Antara yang Ramai itu salah Satu Cewe menghampiri Kami, Lalu mengulurkan tangan kearahku dan Aku menyambutnya, Setelah Itu dia mengulurkan tangan pula Ke Tesa. tapi Tesa tidak menyambutnya dan membiarkan tangan Milik Cewe yang baru datang Itu Terabaiakan di hadapan Tesa.

“Sa” Pintaku menyenggol pundak Tesa

dan Tesa seperti terpaksa menyambut tagan cewe yang baru datang Itu. dia yang baru datang itu adalah Riri

“Hey Riri” Aku coba menegur.

Dia Menyunggingkan Senyum Lalu menyelip di antara Aku dan Tesa. dia duduk di tengah-tengah.

Tesa terlihat Canggung, namun Riri Cepat-cepat Membuka Pembicaraan.

“Maafin Aku yak Kak” kata Riri ke Tesa, yang terlihat masih Cuek dengan kelopak mata yang masih Basah.

Aku sebenarnya Lupa Dari Tadi Tesa Menangis kadang Bercerita sambil Terisak, Lalu melanjutkan Lagi Tangisnya dengan Semangat. Hingga Wajah Cantik nya Itu Semakin Memerah. sedangan Aku tidak menghapus Air matanya, Yang Aku Lupa adalah tisu, bahkan Aku tidak mencarikan tisu untuk menghapus Air mata tesa.

Sebenarnya Aku takut Juga jika terlalu bersemangat Menghibur Tesa nanti dilihat Oleh Kiko [Mungkin Saja].

Nah Ririlah yang Akhirnya menghibur Tesa. tadinya Aku Heran Kenapa Riri bisa sebaik itu pada Tesa. tapi setelah Riri bercerita Aku jadi paham semuanya.

Aku agak Lupa kalimat seperti apa yang di bicarakan Riri Saat itu, tapi Aku ingat Poin poinnya. Kira kira seperti ini yang dibicarakan Riri.

Kiko sering Menasehati Riri Karena Gaya pacaran Riri yang Terlalu Berlebihan, Dan Riri sama sekali tidak Marah ke Kiko karena dinasehati seperti itu.

Aku jadi ingat kata-kata Kiko “Aku Mendekati Riri Karena Hot”

dan Nasehat dari Kiko itu Membuat Riri merasa di perhatikan Oleh seseorang yang selama ini tidak di dapati Riri.

misalnya dari ayah maupun dari Saudara Laki-laki. Riri Sudah Ditinggal Ayahnya dari Kecil, dan Riri tidak punya saudara Laki-laki. Dan Kiko berhasil Menempati Posisi itu di kehidupan Riri.

Riri Juga bercerita Tentang Kiko yang tidak mau macam-macam Terhadap Riri, Kesempatan sebagus Apapun Maka tidak Akan di manfaatkan Kiko untuk Berbuat Yang aneh aneh. “bahkan memegang tangan Aku saja Dia kayaknya ngak mau dah” ungkap Riri saat itu.

Karena Riri menceritaan Semuanya Akhirnya Tesa yang tadi angkuh Akhirnya memeluk Riri.

Dan Aku masih duduk dengan pikiranku Sendiri, Tentang Sikap-sikap Kiko selama ini. dia suka mengingatkan Untuk Shalat, bahkan ke teman teman lain walaupun di bilang “sok Alim lo” dia tidak akan marah justru malah membalas dengan Candaan Lagi.

waktu kita nongkrong Ramean Reno pernah Bilang “Kiko sok suci lo” dan Kiko Jawab Seperti ini.

“Reno.! lu kan udah Angus Masuk neraka ntar Tambah Angus lo” kata Kiko ke Reno dan kita semua tertawa Kencang, Dan Reno mau ngak mau Akhirnya Tertawa juga.

Baru Sekarang aku paham dengan Semua sikap Kiko. Bahkan Kenapa dia Betah dengan Status Jomblonya Akupun jadi Paham.

Riri Masih Memeluk Tesa, dan dia juga bilang

“Kak tesa tau ngak, Kalo umurnya Panjang Hanya Satu Impiannya Bang Kiko. Yaitu Menikahi Kak Tesa, dan Punya Anak dari Rahim Kak Tesa, Dia Pernah Cerita Itu sama Aku”

Isak Tesa semakin Kencang di pelukan Riri, sedangan Aku masih duduk di bangku itu, Aku sampai lupa apa yang Harus Aku Lakukan.

dari tadi Aku belum menengok Jenazah Kiko.

Oh ya Kiko, Aku Lupa..!

Kiko meninggal karena terkena penyakit Leukimia Akut. Tidak ada yang tahu penyaitnya Kecuali Kiko sendiri dan Riri, Aku tahu penyakit Kiko karena di kasih tahu Riri saat Kiko sudah meninggal.

Kiko Tidak pernah Brobat seperti kemo terapy atau semacamnya, karena kurangnya Biaya. Kiko meninggal dirumah orang tuanya. pada tanggal 13 November Tahun 2017 Setelah shalat Subuh Sambil Telentang karena tidak Sanggup shalat Berdiri.

Jomblo Yang Dirindukan Oleh Hasbiallah Bin Waizulkarni

Status : Belum Revisi

Kategori : Cerpen Cinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *