Contoh Cerpen Pendidikan Karakter anak Bangsa

Contoh Cerpen pendidikan ini bisa di jadikan penyemangat untuk kita yang sedang down dalam belajar atau

untuk membangun karakter anak bangsa yang lebih baik supaya tidak gampang terpengaruh oleh hal hal yang membuat seseorang malas belajar

Hardi sang  Pejuang

Hardi dengan santainya membuka pintu Rumah, sama seperti hari hari sebelumya saat dia pulang malam.

setelah dia masuk dan menutup lagi pintu.

“Hardi anak Ayah sudah pulang!” ucap ayahnya

Hardi gelagapan mengetahui bahwa ayahnya sudah ada di dalam rumah

“Ayah kok di ru_”

“Iya Ayah sengaja pulang,” kata ayahnya “kemarin ibumu ngasih tahu, katanya nilai ulanganmu akhir kahir ini selalu buruk.

“setelah sampai ternyata kamu sedang tidak dirumah, itu nilai plus sebagai penambah kekecewaan Ayah padamu, jadi sekarang apa rencana kamu?”

“Maaf Yah Hardi cu_”

“OK sebaiknya sekarang Anak Ayah bobo yang manis, untuk menyambut hari esok tanpa fasilitas apapun”

Mendengar perkataan ayahnya hardi tertunduk lesu dan melangkah menuju kamar.

“kunci motor!” ucap Ayahnya

Hardi merogoh saku dan menyerakannya

“HP!” kata ayahnya lagi

Hardipun menyerahkan HP nya.

“Mulai sekarang uang sakumu hanya sebatas ongkos ojek sepuluh ribu sehari, dan makan. kamu harus bawa bekal dari rumah!”

Mendengar aturan baru dari ayahnya Hardi ingin protes, tapi melihat Raut wajah ayahnya, Hardi membatalkan, takut jika wajah yang masih tenang itu menjadi bringas.

Hardi hanya bergumam pelan “Udah kaya anak kecil gua.” sambil melangkah lesu menuju kamarnya.

***

Cuaca pagi yang cerah tidak sanggup memperbaiki wajah kusut Hardi, dengan seragam putih abu-abunya dia melangkah ke ruang makan “sepertinya akan ada pidato panjang pagi ini,” pikir Hardi.

Lega perasan Hardi karena ia hanya mendapati ibunya yang tersenyum sambil menyiapkan sarapan di meja makan.

“Ayah mana Bu Kok gak ada” tanya Hardi

“Ayahmu sudah berangkat lagi subuh tadi, katanya ada proyek di luar kota, kata ayahmu selama satu minggu di sana.”

“Ooooh” Hardi mengangguk angguk, lalu ia senyum senang

Wajah Hardi yang tadinya kusut akhirnya memancarkan cahaya kebahagiaan setelah mengetahui ayahnya sudah berangkat lagi.

“Ini bekal kamu” kata Ibunya

“Gak usah Bu Hardi sarapan aja yang banyak” kata Hardi membari alasan.

“ya udah kalo gitu!” kata Ibunya “Berarti sekarang Ibu tinggal bilang ayahmu, nanti kamu di kirim ke kampung supaya di urus kakekmu yang punya aturan super ketat itu, Ibu sih, ngak keberatan loh.”

“Bu hardi, kan udah gede, masa di kasih beginian udah kayak anak TK” kata hardi sambil mendorong dorong kresek berisi kotak nasi bekalnya.

Ibunya tidak mendengar protes Hardi, karena sedang mengetik Pesan di HP nya.

“Ya udah Aku bawa ini kesekolah mungkin ayah dan Ibu senang jika aku di bulli” gerutu Hardi

“Untuk sekarang ayah dan Ibu hanya perduli dengan nilai Kamu, Karena tidak mau punya anak bodoh.

“Jika kamu tidak merubah gaya kamu dan masih main main dan pulang terlalu malam, ibu bisa pastikan besok juga kamu siap di masukin kardus dan di kirim kekampung tinggal bersama kakek.”

Mendengar itu Hardi langsung menekuk wajahnya ke meja makan.

“Satu minggu lagi kamu mau ujian kenaikan kelas” kata ibunya santai” sebaiknya kamu dapat rengking sepuluh besar, jika ingin Fasilitas kamu kembali.”

“Aduuh Bu….”

Ibu Hardi tersenyum lalu menelfon Suaminya yaitunya Ayah Hardi.

“Halo Yah” Ibu Hardi memulai percakapan di telfon sambil menatap Hardi

Saat itu hardi langsung Mengatakan “iya Bu Hardi Usahain.”

“Ayah sudah sampai belum?” Ibu hardi melanjutkan obrolan di telfon dengan wajah yang tidak lagi menoleh ke Hardi.

***

Jam pertama pelajaran hardi serius sekali mendengarkan apa yang di terangkan Guru, bahkan hari ini dia bertukaran bangku dengan Refan yang biasanya duduk di bagian depan.

Jam pelajaran kedua Hardi masih bersemangat dan mengikuti pelajaran dengan baik.

dan saat jam istirahatpun hardi tidak ke kantin dia masih saja di dalam kelas. dengan sebuah buku pelajaran di atas meja, di sebelah buku itu ada hardi sedang melahap makanan yang tadi di bekali Ibunya.

“di lu bawa bekal” Kata Asep Meledek “udah kayak anak bayi lu bawa bawa kotak beginian”

“Terserah apa omomg kosong lu Sep, Gua hanya butuh kenyang saat ini”

Lalu kedua sahabat itu tertawa menikmati hari ini, yang masih sama cerahnya dengan kemaren, namun yang sedikit berbeda hanyalah Hardi yang di lengkapi kotak nasi lengkap dengan sendok. dan tas nya terlihat lebih besar dari biasanya.

Namun Hardi tidak terlalu malu dengan keadaan dia yang seperti anak TK,  karena memang tidak ada yang berani membulinya kecuali Asep yang memang sahabat karibnya, mungkin ucok satu lagi karena mereka ini tiga serangkai yang tidak terpisahkan di sekolah ini.

Palingan anak anak lain cuma bisa berbisik bisik dan tidak berani melontarkan langsung ke Hardi, Karena jika dia marah tidak ada yang bisa memegangnya.

“Habis ini mau kemana lu Di?”

“disini aja udah, Belajar,” Jawab Hardi

“ya elah membosankan banget hiduplu, Kenapa lu kok jadi aneh gini,? Oooh lu melanggar Lembaga Hukum Rumahlu.?”

“Yoi. Nah lu sendiri mau kemana?”

“paling nongkrong di tempat Biasa, Liat motor Ucok katanya habis di modif,”

Setelah berkata seperti itu, Asep beranjak dari bangku di depan Hardi dan segera meninggalkan Ruangan Kelas. sambil bilang. “Hardi anak Mami!”

Di jawab Hardi “Bodo amat”.

Setelah jam istirahat Hardi mencoba tetap fokus ke pelajaran namun ia sudah mulai buyar karena ingatannya terganggu oleh sosok bayanganagn motor Ucok, Hardi yakin motor itu akan terlihat unik dan akan menjadi idola di antara motor lain.

Bangku Asep terlihat kosong mungkin dia sekarang sedang menikmati indahnya suasana bengkel tempat biasa mereka nongkrong. sambil mengomentari penampilan Baru Motor Ucok

“Adduh” keluh hardi sambil mencoba fokus kembali ke papan tulis lalu dia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara berlahan.

Meski begitu ternyata hari ini di lewati hardi dengan Cukup baik dia mengikuti semua pelajaran hingga Bel pulang Bebunyi.

Hari yang sungguh melelahkan dimana kamu harus fokus supaya bisa mengerti apa yang di terangkan buguru, meski buguru menerangkan pelajaran seperti yang dia suka. dan buguru tidak perduli kalaupun cara dia mengajar membuat suasana kelas jadi membosankan.

***

Proyek ayah Hardi yang di luar kota sudah selesai, artinya Hardi bersiap siap Bete dengan penjagaan ketat ayahnya yang tidak bisa di toleransi.

Bersambung… [sekalian Revisi]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *