Dipecat dari kerjaan

Di pecat dari pekerjaan itu 99% musibah .Membuat pikiran si yang kena pecat menerawang ke masa depan kira kira 1 tahun paling lama, karena di tahun kedua sudah mati sebab gak ada kerja juga penghasilan = gak makan lalu mati.

dan 1%nya anugerah jika, bisa dimaksimalkan sebaik mungkin, maka harapan hidup hanya dari yang 1%ini. mungkin berharap dapat pekerjaan lagi.

Tapi ada pula sebagian kecil orang indonesia yang menganggap bahwa di pecat itu 99% anugerah sebab sudah ada usaha sendiri yang bisa diandalkan untuk kelangsungan hidup 7 turunan = sukses

dan 1%nya musibah karena masih ada hutang di kantin. jadi uang pesangon harus berkurang dikit gara gara bayar hutang itu. Alhamdulillah yang penting sih dibayar.

Dan sebagian sangat kecil lagi ada orang yang dipecat dengan status 50%anugrah dan 50%nya busibah. dan orang itu aku, ya mungkin hanya aku yang merasa seperti itu…!

Teh Lala

Di usia yang masih belum dewasa-dewasa amat. tepatnya selepas SMA aku bekerja sebagai karyawan pabrik di kota tangerang, tapi aku bukanlah karyawan yang terlalu rajin, dan tidak pula terlalu malas, dan bekerja mengandalkan mood saja.!

Jika ada cewe cantik yang satu sif denganku maka Mood booster langsung ON.

Ketika yang satu sif semua nya batangan plus emak emak rese. aku auto rajin ke toilet.

Selama tiga tahun bekerja di pabrik kampret itu aku berstatus sebagai karyawan kontrak, yang dimana, jika banyak kerjaan aku di pake, jika kerjaan berkurang, kontrak kerja auto habis, nanti kerjaan ada lagi maka auto di panggil lagi untuk bekerja.

Sekitar… dua puluh tujuh setengah kali lebih [lupa ngitungnya ] aku keluar masuk ke pabrik itu dalam jangka waktu 3 tahun. Berikut ini kejadian terakhir aku bekerja disitu.

waktu itu pukul setengah delapan pagi, sebagian karyawan kontrak salah satunya aku di kumpulkan di depan meja mbak yanti. mba yanti dia merupakan salah satu ibu-ibu rese dan kebetulan dia supervisor kami.

“kalian sengaja saya kumpulkan disini untuk memberi tahu, bahwa besok juga kalian habis kontrak!, mba yanti mengumumkan “tapi tenang saja nanti juga di panggil lagi kalau kalau kerjaan banyak!”

Keadaan sekeliling mbak yanti…!

Rani dia menetaskan air bening dari ekor matanya seketika!

Regen yang berdiri di sebelahku berkata pelan “bodo amat” Sambil mainin HP.

dan teh lala berdiri di dekat meja paling ujung tiba tiba berteriak

“Aing saha?” teriaknya kenceng banget “Aing saha?” kata nya mengulang ulang kalimat bahasa sunda itu. jika dalam bahsa indonesia artinya “Aku siapa”. seketika keadaan mejadi riuh karenanya.

“Teh lala kenapa cuy?” kata regen

“Lagi bete kali” jawabku sekenanya

setelah ku perhatikan dengan seksama ternyata teh lala bukan sedang bete tapi di rasuki roh halus penunggu pohon mangga di dekat WC, ia meminjam raga teh lala untuk berteriak teriak kayak gitu, entah apa tujuannya aku ngak tahu, kemungkinannya roh halus itu yang sedang bete, cara roh halus menghibur diri mungkin seperti itu.

Jadi saat itu suasana gedung yang sedang di pakai miting tentang perpisahan pagi itu jadi berubah menjadi Horor seketika dan tubuh teh lala menggelepar lalu ambruk.

Kalimat yang keluar dari teh lala tidak jauh jauh dari dari “aing saha” paling sesekali di selingi dengan “aya naon sia [ngapain lo]” atau ngak “aing orai [saya ular]”. untung ada bang udin meladeni mahluk perasuk tubuh teh lala itu secara santai.

“Hayu kaluar dari tubuh iyeu [keluar dari tubuh ini]” kata bang udin santai “karunya batur [kasihan dia]”

“aya naon sia” kata mahluk itu “teuk nyahok sia hah! aing saha [ngak tahu lo siapa gua]!”

“sia monyet [lu monyet]!” aku keceplosan saat itu, karena kesal saja sama itu mahluk, ngapai kali? tau orang lagi sedih mau habis kontrak malah di ganggu.

Perkataanku membangkitkan amarah sang jin/roh halus itu. gara gara aku teh lala jadi tersiksa karena tubuhnya mengelepar kesana kemari. di hempaskan oleh jin, aku sebenarnya bingung gimana caranya mahkluk tuhan bertubuh halus itu bisa melakukan itu terhadap tubuh manusia…? aneh memang!

beberapa jam setelahnya…!

Ini hari terakhir kerja sebagian karyawan kontrak, jadi bebas kerjanya main-main doang!

di meja panjang Teh lala yang tadi kesurupan sedang pura-pura kerja sembari curhat dengan bang udin yang auto jadi pawang nya, buat jaga jaga aja siapa tau roh halus pengen iseng lagi. Aku duduk tepat di depan mereka, aku tidak pura-pura kerja tapi sedang memperhatikan Teh lala.

Aku lihat raut wajah teh lala yang pucat, bibirnya pasi, jika dia berbicara maka suaranya serak seperti butuh tenaga banyak hanya untuk melontarkan satu kalimat saja, sedangkan bang udin terkadang kadang melirikku seperti mengkode dengan senyumnya, bahwa teh lala ini lucu.

Bang udin dan teh lala bercakap-cakap dalam bahsa sunda, untukmu maka aku translate ke bahasa indonesia.

“gimana yah Mang udin” kata teh lala “mobilku masih angsuran dua tahun lagi kalau mengandalkan gaji suamiku mana cukup,sedangkan hutang ke tetangga masih belum lunas”

“sabar teh lala…, sabar ya….! cuma kalimat itu yang bisa di sampaikan bang udin sebagai penghibur teh lala.

Saya pribadi sebagai orang bijak tidak profesional, tentu memberi apresiasi lebih kepada teh lala, karena kemampuannya untuk membalikkan keadaan, yang seharusnya beliau sebagai masyarakat golongan menengah kebawah, tapi berhasil menanjak menjadi golongan menengah keatas. berkat pemilihan lifstyle nya.

Tiba tiba tubuh teh lala menggelepar dan amruk kelantai. dengan alunan suara kepala yang terbentur di keramik…! kemungkinan kepala teh lala benjol.

Ngilu mendengar nya, tapi nasi sudah jadi bubur, karena bang udin terlambat mengantisipasi!

Sedangkan wanita cantik berusia 30 tahunan itu berteriak-teriak tidak karuan di lantai, tubuhnya menggelepar kian kemari, sedangkan semua cowo memegangnya di setiap sudut, cowo beruntung akan mendapat view dan pegangan yang bagus. sedangkan regen tidak seberuntung itu mukanya kena cakar, meski masih bisa sedikit sedikit menikmati view memikat dari sesuatu yang tersingkap di tubuh Teh Lala.

Ketika itu tubuh teh lala yang di surupi roh halus itu segera di gotong ke pos sapam, dan sebentar lagi suami teh lala segera datang menjemputnya.

Aku mengambil kesimpulan dari kejadian ini bahwa teh lala termasuk bagian dari orang yang 99% di pecat sebagai musibah, meski bukan di pecat, karena cuma habis kontrak untuk sementara waktu, jika beruntung mungkin masih bisa di panggil lagi.

Teh lala sangat terpukul berkat sekilas info yang di sampaikan mbak yanti mungkin karena bingung dengan nasib kedepannya, lalu pikirannya kosong hingga akhirnya di rasuki makhluk halus.

Regen

Berbanding terbalik dengan Regen ia justru malah bahagia saat mendengar info habis kontrak dari mbak yanti, regen seperti kerasukan s3tan yang sedang party menyambut tahun baru.

>>>

Di pecat dari kerjaan oleh hasbiallah

Status : bersambung

" hasbi : Hasbiallah Bin Waizulkarni suka menulis pesan puitis yang seringkali tidak jelas di pesan cewe yang di sukainya. dulu! Kebiasaan itu di ubah menjadi menulis di kolom postingan website yang kamu baca sekarang ini. berupa puisi, Caption dan Juga cerpen!."