Hasbiallah bin Waizulkarni

Diposting pada

Aku Hasbiallah Lahir di Sangir Solok-Selatan. Sumatera Barat. Pada tanggal 5 januari 1990, waktu itu hari jumat siang, Kira-kira Pukul 11 – 12 lah, Jika ku tanya maka ibuku ngak ingat jamnya . pokoknya aku lahir saat ayahku sedang Jumatan.

Aku lahir di bantu oleh Ibu-ibu tetanggaku namanya Etek Ina [Etek. bibi minang], yang waktu itu kebetulan sedang Angon Sapi tidak jauh dari rumahku.

Sebab tidak sempat memanggil Paraji [Dukun Beranak]. maka Etek Inalah yang akhirnya membantu Aku lahir kedunia Ini, Lalu Aku menangis Untuk Pertama kalinya. Dengan suara yang Merdu.

kabupaten Solok Selatan [Dulunya Solok Aja. gak ada selatannya] pada Tahun 1990 masih Kampung banget dan Tidak terlalu banyak Rumah Bersalin maupun Puskesmas. dan kebetulan dari rumah tempat aku lahir itu jauh dari puskesmas.

Tapi Allah maha Adil, meski tidak ada rumah bersalin dan puskesmas tapi ada seorang nenek yang jago banget Ngebantu orang ngelahirin, Beliau Biasa di panggil Anduang. dan akhirnya Beliau Jadi Paraji yang selalu di andalakan jika ada seorang Ibu  melahirkan. di Desa kami Sungai Landeh.

Rata-rata anak seumuran Aku Lahirnya di bantu Anduang. tapi tidak dengan Aku karena Rumah anduang Agak jauh, maka tidak sempat memanggil anduang, akhirnya tek inalah yang beraksi.

Menurut Cerita ibuku, aku lahirnya Gampang. tapi aku yakin semudah-mudahnya ibu melahirkan, pasti tidak akan Gampang Banget.

2.

Dan ayahku memberiku Nama Hasbiallah, sebuah nama yang cukup Unik.

Kata ayahku nama itu berarti “Cukup Bagiku Allah” Dan ayahku tidak pernah memaparkan panjang Lebar kenapa memberiku nama Sebagus itu.

Tapi setidaknya sebagai penyandang Nama Hasbiallah aku tetap menjadi orang yang Waras, dengan setiap tindakan, selalu berdasarkan ingatan Kepada Allah.

Setiap sesuatu yang aku lakukan hanya Allah lah yang berhak memberikan Aku Imbalan ataupun Hukuman.

Singkat Cerita Aku tidak pernah Percaya Dukun, Jimat, atau mantra.

Jika ingin Kaya maka aku harus bekerja Lalu berdoa kepada Allah agar di berikan hasil yang Baik. bukan miara Tuyul Lalu memberi Sesajen.

3.

Ayah dan ibuku menikah pada tahun..?? aku gak tahu tahun berapa, yang pasti sudah lama banget. di mana waktu mereka menikah saat itu ayahku seorang Duda Anak dua yang tinggal istrinya karena meninggal.

Sedangkan ibuku seorang Janda punya anak satu, Anaknya Cewe, yaitunya Kakaku yang dulunya aku kira. Ayahnya sama dengan Ayahku Ternyata berbeda.

Dan ibuku ditinggal suami pertamanya karena Gak tau…! yang aku tahu ibuku di tinggal suami pertamanya Saat ibuku hamil anak pertama pula, yaitunya kaka cewe ku, yang tadi itu.

Dari pernikahan Duda anak dua dengan Janda Anak satu yaitunya Ayah dan ibuku. Maka lahirlah tiga Orang lagi yaitunya Kakak-Kakakku Satu cewe dan dua Cowo.

dan terakhir pada hari itu, saat Etek Ina sedang Nengokin Sapi di dekat rumahku, maka itulah detik-detik lahirnya Anak Bungsu dari pernikahan Mereka [ayah dan ibuku], dan anak Itu adalah Hasbiallah yaitunya aku Sendiri.

4.

Kabupaten Solok Selatan disanalah aku lahir, daerah itu banyak bukit-bukit dan sawah. dan Letaknya di Kaki gunung Kerinci.

Disana terdapat kebunteh mitra kerinci yang luas, Gunung Bontak, dan juga tempat wisata Alam lainnya. Letanya masih dalam kawasan Taman Nasioanl Kerinci Seblat.

Solok Selatan termasuk daerah yang agak pelosok, Jika dari kota padang maka untuk sampai kesana Jalurnya Cuma Satu dan jalannya Kecil namun Jelek, dan tidak banyak alat transportasi yang bisa kita pilih kecuali Angkutan Travel.

Dari kota padang Ongkosnya Kira-kira Rp 50 ribu.

Meski begitu. anak muda solok selatan Bukanlah Anak muda Yang Norak atau Kampungan. pergaulan di sana sudah Bagus dan Modern. Contohnya Aku, tapi aku masih norak sih dikit.

5.

Waktu SD Aku sekolah tidak jauh dari rumahku, jika berjalan Kaki maka aku bisa sampai dalam waktu 15-20 menit. Dan aku memang jalan Kaki karena waktu itu tahun 90 an. jadi ojek belum ada.

Ketika SMP Sekolahnya agak jauh dari rumahku, waktu itu aku berangkat sekolah naik Angkot, Ongkosnya Seribu. Tapi kadang ada temenku yang mau numpangin naik motor, jadi duit seribunya Aku jajanin beli gorengan.

Waktu SMA aku disuruh pesantren sama bapakku. Saat itulah Aku merasakan Rindu Berat Kepada Ibu.

Karena sekolahnya Jauh dari Rumah tepatnya di Saningbakar Solok. pesantren itu letaknya di dekat Danau Singkarak. di Asrama Aku Pernah nangis di balik selimut, karena kangen Sama Ibu.

Tapi aku bertahan di pesantren itu Cuma Enam bulan saja. Dan ayahku marah. beliau bilang gini.

“Bapak mau. kamu sekolah di pesantren saja, kalo kamu gak mau ya udah terserah kamu bapak ngak mau ngurus” kata ayahku

Tapi beliau memberiku Beberapa petak Sawah untuk Aku urus sendiri. pada akhirnya sawah itu aku urus namun aku pindah sekolah ke solok selatan [kampungku], di sekolahan yang paling gembel pada saat itu. tapi sekarang Sekolah itu Sudah keren.

Dan Iuran sekolah aku tunggakin dan Aku bayar nanti setelah panen dari sawah yang aku urus sendiri. Tapi aku bayarnya Pake uang Kok gaiiiis, bukan Pake Beras.! Berasnya kan di jual dulu sama Ibu.

Waktu SMA itu aku berangkat sekolah naik Motor Bebek, Tapi kadang-kadang motornya Bisa Terbang, Lalu mendarat Di comberan. motor itu milik abangku […………]

Hasbiallah bin waizulkarni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *