Jangan Menyerah Ibu Nyamuk..!

jangan menyerah ibu nyamuk
jangan menyerah ibu nyamuk

Aldo sedang dapat tugas menunggu kebun jagung milik keluarganya, dia mengajakku dan juga yuda menginap di sebuah gubuk kayu dengan bangunan tinggi ditengah tengah kebun miliknya itu.

yud lo rebus Kacang nya dekat sini aja biar asapnya bisa ngusir nyamuk kampret ini banyak banget.. ucapku pada yuda.

sepertinya dia [yuda] mau nyari air di kali buat rebus kacang.

yaaaa kata yuda dari arah kali di pinggir kebun

yuda memang anaknya beranian, gak takut dia malam malam gini sendirian di pinggir kali.

sedangkan Aldo sang tuan rumah bisa juga tuan kebun malah terlihat galau dengan tubuhnya di bungkus kain sarung lalu bergelatakan di lantai kayu gubuk.
***
menggigitnya udara dingin yang bersiliweran di gubuk dengan dinding terbuka ini memaksa Aldo menutupi tubuhnya dengan sesuatu yang bisa menghangatkan
cara dia menyelimuti tubuhnya cukup simpel hanya dengan menggulung kedua lutut ke arah perut sekarang kain sarung telah membungkus seluruh tubuhnya, termasuk kepalanya.
suara suara kegelapan malam yang menemani, bacsound yang paling mencolok adalah suara gemercik aliran air berasal dari sungai tidak jauh dari gubuk, jangkrik pohon, kodok, mungkin juga kadal, ikut serta dalam musik alunan alam itu…
aku lupa menuliskan bahwa Aldo[Sang tuan kebun] menjulurkan sedikit bagian tangannya, hingga jari jari milik tangan itu bergeletakan bebas di pinggir ujung sarungnya, yang sekarang di kerumuni nyamuk. sekali kali tangan itu bergerak spontan karena beberapa nyamuk menggigit dengan garang.
Aldo tidak memindahkan tangan supaya ikut serta dengan bagian tubuh yang lain, tentu didalam sarung sana jauh lebih nyaman. pikirku.
coy tangan lu abis digigitin nyamuk, gak lu tutupin aja emang. ucapku mencoba mengingatkan dia..
gak papa coy lah..! ucapnya dari dalam sarung itu.
emang lu nyaman.. ucap ku lagi…
baik amat sih lu coy ampe segitunya.. ucap ku lagi
gak juga bro, gua cuma rindu pada orang yang sekarang ratusan kilo meter jaraknya dari sini, mungkin dia di balik awan sana…
ada awan gak sih coy.. kata Aldo
gak ada, jawabku lalu menengok ke luar dan menerawang kegelapan malam, entah untuk apa.
gua pernah baca di internet bahwa nyamuk yang menggigit ini betina semua dan darah kita yang dimakannya itu di pakai untuk menghidupi anak anaknya, sedangkan yang jantan makanannya sari bunga dan madu. kata Aldo menerangkan panjang lebar. dan aku. jujur gak peduli….
dan Aldo kembali lanjutkan perkataannya…
kalo ibunya mati ntar anaknya gimana bro, soalnya dia belum kuat menahan beratnya rindu..!
hasbiallah 21 juli 2018

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *