Kamu kompor Aku Sumbunya….!

kamu kompor aku sumbunya
kamu kompor aku sumbunya

Aku hasbi, punya sahabat namanya andre usia kami terpaut beberapa bulan saja.

aku dan andre sahabatan dari kecil, kami sama sama di lahirkan di desa sungai landeh, solok selatan. kini kami sudah dewasa andre sukses dalam berdagang dan sudah punya istri dan 1 anak berusia 3 tahunan di dia sekarang kampung, sementara aku masih menjomblo di perantauan [tangerang].

Aku tidak ingin menceritakan ketertinggalanku oleh andre, sebab menyedihkanlah kalau di ceritakan mah. yang akan aku ceritain sekarang, tentang masa kecil kami yang penuh dengan suka dan duka. dan kisah yang ku ceritakan ini khusus pada bagian yang menyebalkan bagi dia, bagiku dikit.

Saat kecil dulu aku anak yang tingkat kemanjaannya lebih besar dari andre, aku lebih mudah ngambek, nangisnya gampang tapi berhentinya cepat, dan emosiku lebih mudah terpancing, aku tidak akan suka jika ada orang yang menghina mainanku, mainan kesayanganku adalah layangan pitala.

dan andre dia tidak terlalu mudah menangis. tapi sekalinya menangis kencang banget tapi lama, aku belum menemukan tandingan andre sampai saat ini, bagiku rekor terbaik menagis dengan waktu terlama masih di pegang oleh andre. dan mainan kesayangan andre adalah layangan paw paw.

Oh ya layangan..!

layangan pitala adalah layangan jenis peteng tapi punya keunikan yang lebih baik dari layangan peteng biasa, layangan pitala punya buntut yang panjang sekitar 10-30 meter, buntutnya berguna untuk memperindah lenggoknya saat di ulur. dan semakin bagus lenggoknya maka semakin baik layangan ini dimata penikmat layangan di desa kami.

dan layangan paw paw adalah layangan peteng juga tapi gak ada buntut panjangnya jika kamu pernah liat serial upin ipin maka layangan buatan atok yang bagian bawahnya mirip bulan sabit menghadap keatas, seperti itulah layangan paw paw, walaupun layangan ini kurang diminati orang dewasa.

Sebutan paw paw dan pitala itu untuk daerah solok selatan saja, karena aku tidak tahu nama layangan ini dalam bahasa indonesia..

dan sebenarnya layangan jenis ini khusus mainan dewasa bukan untuk anak kecil seperti kami saat itu, karena layangan mainan anak kecil adalah layangan karate asoy [ layangan segi empat yang terbuat dari plastik bungkusan sayur]

***

Waktu itu bulan puasa, lagi mempersiapkan acara MTQ sekabuten solok selatan di mushala taratak batuang, sungai landeh.

mushala itu deket rumah aku, deket juga dengan rumah andre. rumahku terletak di belakang mushala. dan untuk menuju mushala aku harus menyebrangi jembatan kayu yang melintang di sungai, sedangkan rumah andre berada di samping mushala.

oh ya lupa uda icong.

uda icong adalah sepupuku dia seusia dengan abangku uda icong senang meledekku karena gampang emosian lalu nangis, sebenarnya andrepun begitu karena sikap aku enak untuk di candain, dan dirumahpun begitu aku adalah anak bungsu yang jadi bahan ditangis tangisin uda dan uniku.

mungkin mereka menikmati ke emosianku dan menjadikannya bahan canda

aku andre dan beberapa teman lainnya main main saja, karena kami masih kecil kira kira usia kelas 4 SD saat itu, mereka yang sudah  dewasa sedang dandanin mushala.

Layangangku bagus ya, kata andre sambil memamerkan layangan paw pawnya.

layangan yang dibawa andre itu dibuatkan kakak nya. aku sih diam aja. dan gak terlalu perduli juga karena aku sudah punya layangan pitala yang aku buat sendiri, dan layangan ku mendapat pujian dari uda is [uda is ahli dalam layangan pitala di kampung kami]. dan layangku itu sedang aku tarok di rumah

Sepertinya andre tidak puas dengan tindakanku yang cuek dan sabodo dengan layangan yang di pegangnya itu, akhirnya dia melanjutkan.

Layangan kamu kayak lampai [lemper] ya, bingkainya menyon menyon dan rekatnya berbulu bulu hahahaha. ledek andre.

Bagusan layangan aku lah. aku bikin sendiri kata uda is juga lenggoknya bagus.! emang layangan kamu dibikinin abangmu. kataku membalasnya.

hahahaa layangan hasbi kayak lampai [lemper], kata uda icong. diiringi andre dengan tertawa lepas dan menatapku penuh hinaan.

aku sih sudah ngak tahan lagi untuk membalas perilaku mereka ke aku.

sebenarnya layanganku memanglah kayak lemper menyon sana sini. tapi layangan itu lenggoknya bagus. dan sudah bagus untuk bikinan seusia aku saat itu.

makanya aku tidak terima layanganku di bilang kayak lampai. meski aku belum ngerti harus membalas andre dengan cara apa.

dasar anak si anu [nama bapak andre]. kataku memaki andre. “disolok selatan penghinaan terbesar adalah menyebut nama bapak”.

Ucapanku itu membuat andre jadi emosi lalu dia mendorongku, aku terjatuh. kurasakan hawa permukaan tanah cukup dingin tertimpa tubuhku. yang pasti bajuku sudah kotor saat ini

dan uda icong tidak membelaku dia malah bilang

si hasbi jangan di temenenin ndre.. biarain aja dia di situ..!

aku memang langsung berdiri tapi rasanya jantung ini berpacu dengan cepat hingga darahku terasa ngumpul di ubun-ubun dan akhirnya aku mangap lebar-lebar ku alunkan nada yang kencang dengan kelopak mata yang di penuhi air lalu meluncur deras ke pipiku.

sedangkan orang banyak di sekitaran mushala hanya melihatku sambil tersenyum, sepertinya mereka berfikir “dasar anak cengeng..”

Apa yang harus kulakukan agar andre bisa merasakan kepiluanlku saat ini, aku benci layanganku dihina, dan aku pasti dimarahi uniku [kakak perempaunku] yang ngak bisa memberi toleransi jika baru ganti baju sudah berlumur tanah lagi.

Aku mengejar andre dia mengelak di balik tubuh besarnya uda icong, aku dengan bekas airmata mata yang masih becek terus saja berusaha menangkap andre “aku harus memblas dia saat ini juga”.

Andre yang terus saja mengelak akhirnya berbalik mengejarku, karena aku berhasil menarik sisi layangan paw-paw yang tadi di pegangnya, dan kini layanganmu berada di genggamanku.. wkwkwkwk

suara bambu patah terdengar indah di telingaku, sambil sedikit mengelak dari tangkapan andre suara patahan itu terdengar lagi. sensasinya seperti meletupkan bubble pop wrap [bungkus eleotronik dari plastik yang meletus saat di pencet].

Suara itu dari layang andre yang sekarang sudah aku lipat-lipat sepeti lipatan baju berantakan.

sejujurnya aku berharap itulah terakhir kali aku berbuat jahat pada andre. [sori ndan]

***

Aku ngak tau berepa detik lagi batu besar itu mendarat di kepala ini, aku tidak sempat memikirkan tentang apa yang akan aku pijaki, terserahlah. batu kerikil, batu besar atau eek embek eek sapi dll, yang jelas kaki ini harus di ayunkan sepecepat mungkin.

dan batu itu mendarat tepat di belakang tumitku, dentumannya cukup membuat ngilu, dan aku masih takut akan batu berikutnya, yang membuat ku berlari lebih cepat lagi. sempat tidak sadar aku telah melewati jembatan kayu di belakang mushala.

Dan andre masih dengan nada di bagian reff, dia memang tidak mengenal intro. aku masih mendengar suara lantangnya dari seberang sini. Sungai yang deras tidak sanggup menandingi nada nyanyian pilu andre, disebabkan layangannya yang sudah aku patah patahin.

Sesampainya di seberang sungai [halaman rumahku] aku sudah menyesal..

Sekarang aku sebenarnya ngerti batu besar yang di lempar andre ke aku itu hanyalah ungkapan kekesalan dia, dia memang tidak berniat melemparnya sampai mengenaiku. dia bilangnya juga gitu.

yang jelas kejadian itu mengajarkanku untuk lebih sabar, lebih tenang, dan gak mudah emosi menghadapi omongan orang lain….

andre pun begitu dia pernah bilang gak mau ngomporin orang dengan berlebihan karena bisa berakibat buruk bagi dua belah pihak..

Kamu kompor aku sumbunya oleh Hasbiallah Bin waizulkarni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *