Masih Ada Rasa Sayang

Diposting pada

“Aku sebenarnya ingin serius..! Pake Banget. Aku Takut Kamu beneran menikah dengan Pria Itu. Saat Akad nikah Kamu Nanti, Aku Takut Tidak bisa menahan Pilu, Lalu ingin Mati Saja Karena Semangat Hidupku Hilang”

Ahsan Langsung mengirim pesan Itu ke Ratna melalaui Akun Pesan Facebook.

Tidak Ada balasan Dari Ratna, dan Ahsanpun Tidak menunggu balasan, Ia [Ahsan] Hanya ingin mengirim kata-kata itu kepada ratna untuk melebur Cemburu Bercampur rindu yang Saat itu Ia tanggung.

Ahsan hanya ingin Ratna tahu bahwa dia [Ahsan] tidak sanggup Menerima Kenyataan Jika Ratna Menjadi Istri Orang Nanti.

Di bangku kayu dekat lapangan, Ahsan duduk sendirian, Malam yang dihiasi bulan Sabit dan awan-awan mengintari bulan itu, sedangkan Hembus Angin membuat Hati Ahsan semakin Pilu.

Dan Bayangan Ratna Yang selama Ini berusaha Ia tepis, justru semakin Melekat dihatinya, Tiada upaya lagi yang bisa Ahsan Lakukan Selain Menyerah dan menikmati Pilu….

***

Sore Sebelum Sampai di malam Itu, Ratna mempostingan di Akun Instagramnya, dimana sebuah Foto Ratna di gandeng Oleh Pria yang Akan menjadi suaminya. mungkin Beberapa Bulan Lagi.

Pria berbadan Tinggi itu Melintangkan Tangannya Ke bahu Ratna, telapak tangan pria menjuntai di depan Bahu sebelah Kiri Ratna. Lalu Jari-jari Halus Milik Ratna Menggenggam Tangan Pria Itu dengan Mesra.

Postingan Itu di beri Caption

“gantistatusjadiapayasupayacocok [emoji lope2buah].”

Sekitar 45 menit Setelah Postingan Ratna Di Publish. Ahsan Membuka Instagram, dan yang Paling Pertama Ia lihat Adalah foto Ratna Itu.

Ahsan langsung memencet Tombol Love pertanda ia menyukai Foto Tersebut. Yang sebenarnya Ia sama sekali tidak menyukai postingan Ratna Itu.

Lalu Ahsan Menulis Komentar

“Ganti Status Jadi Menikah Supaya Halal”

Ahsan Memaksakan diri untuk Memberi komentar seperti Itu, Entah supaya Apa dia sendiripun Tidak Tahu. Yang Jelas Ahsan Sangat Terpukul Melihat Postingan Ratna.

Lalu Ahsan Log out dari Instagram.

***

Berapa lama Ahsan Log in lagi ke akun Instagram, dan langsung mencari kolom pencarian. ia mengetik Nama “Ratna”.

Keluarlah semua Foto-foto Ratna dan Ahsan mengklik Foto Yang tadi ia komentari yaitu postingan Ratna yang sedang Bergandengan dengan Pria Calon Suaminya Itu.

Ahsan Menatap Foto itu secara terus menerus, Terbesit rasa ingin Membanting Hanphone Saat Itu, tapi Ahsan hanya sedikit membenturkan Handphonnya ke Tembok. Dan terdengar sedikit suara Benturan.

Lalu ahsan kembali Memfokuskan menatap expresi Dua wajah yang ada di foto Itu.

Lama Ahsan memaksakan diri melihat Foto Itu, Lalu Ahsan Sedikit Tersenyum dan menatap tembok, dan membenturkan Tinjunya Secara Pelan.

“tembok..! Gak usah Ikutan Lihat Lu” Kata Ahsan. Lalu ia membenturkan Kembali handphonnya Ke tembok Pelan.

Ahsan sebenarnya mencoba untuk membiasakan diri Melihat Ratna, Ahsan mencoba untuk Tidak Cemburu melihat Kemesraan Ratna dengan Calon Suaminya.

Nyatanya Tidak Berhasil, Semakin Lama Ahsan menatap Foto Itu Semakin Berdesir darah, yang seperti habis di panggang dari jantung, Lalu naik Ke Ubun-ubun menjadi Bara..

Lalu Ahsan Memeluk kencang Kedua Lututnya, dan keningnya di tekan di permukaan Lutut, Lalu secara Spontan Ia Bergumam. “bangs@@@@t”.

***

Asifa dia teman dekat Ratna, Juga Teman Ahsan, Dan Juga Teman Dekat Calon Suaminya Ratna, nama calon suami Ratna Adalah Efendi.

malam itu Ratna menerima pesan-pesan Yang tidak Jelas dari Ahsan.

Asifa hanya membaca Kalimat demi kalimat yang di Tulis Ahsan dan tidak Membalas Pesan Tersebut.

Asifa tahu bahwa saat itu Ahsan sedang Tidak Baik-baik saja. Tapi Asifa tidak Memberikan Respon Terhadap Pesan Itu.

Karena dua teman Lain yaitunya Ratna dan Efendi adalah teman yang harus Lebih Ia hargai Dari pada Ahsan, Karena Asifa belum mengenal Ahsan Terlalu Jauh.

Ahsan hanyalah mantan Rekan satu kerjaan Sifa, Yang sekarang sudah bekerja di tempat berbeda.

Sedangkan Ratna dan Calon Suaminya Yaitu Efendi adalah teman dekat Sifa dari Sejak Lama, Mereka sudah Saling Kenal Dekat sejak Dulu.

***

Jauh hari sebelum Itu. Ahsan mengirim Pesan Seperti Ini.

“Sifa kalau aku lagi galau karena Ratna. Boleh Gak aku ngirim Pesan Ke Kamu.

“supaya Aku bisa sedikit Meredam Perasaanku”

Bunyi Pesan Dari Ahsan.

Dan Ratna Menjawab

“ya Silahgkanlah Bang Ahsan, Biar Kamu Gak Galau Terus [Emoji Senyum 2x].”

Karena sudah dapat Izin seperti Itulah Ahsan mengirim Kalimat-Kalimat ke Asifa yang kadang ia [Asifa] tidak mengerti maksudnya Apa.

Namun Asifa Mengerti bahwa Saat itu Ahsan Pasti sedang Berkecamuk. dan dengan Mengirim kalimat-kalimat itulah Ahsan bisa meredam Hatinya.

Maka saat Ahsan melihat Foto Ratna Maka Iapun tidak Tahu bagaimana cara mengendalikan Pilu, rindu yang di aduk oleh cemburu, Maka saat itupun Ahsan mengirim kata-kata Ke Asifa Temennya, Sekaligus Teman Dekat Ratna dan Efendi Yang sebentar Lagi menjadi sepasang Suami istri..

“Asifa Temanku

“Bagaimana Jika Kamu Adalah Orang yang paling Bahagia di dunia.

“maka akulah orang ¬†yang ikut merasa Bahagia karenanya.

“Asifa Temanku. Kamu orang yang Penuh Semangat, dan Jika Semangat Itu seperti Cahaya, Maka aku ingin di sekitaran Kamu Saat ini, Menikmati Cahaya Semangat yang sedang Mengintari Kamu”.

***

Cukup lega perasaan Ahsan Saat mengirim kalimat kalimat seperti itu Ke Asifa. Sama seperti Obat Penawar yang bisa mengobati Pilu. Meski hanya bertahan Hanya Selama Beberapa Jam Saja.

Ahsan berkali kali ingin menulis Kata kata unutk Asifa. tapi Ahsan Sudah Lelah Karena itu hanyalah tindakan yang tidak Berguna.

Ahsan Lebih memilih Menahan Pilunya sendiri Lalu dan Berjuang Untuk Merelakan Efendi yang sebenarnya Pria Baik Itu. Untuk Menikahi Ratna.

Ahsan Harus Meelakan Ratna Yang dulu bercerita tentang Apa saja Ke Ahsan, Ratna yang Pernah Bilang

“ya gak apa apalah Banga Ahsan kalo Kita nikah Duluan Kamu harus Mengabulkan Permintaan Abangku, Tapi dia gak bakalan Minta Yang Aneh aneh Kok, Kasih Aja Baju..!”

Itu adalah kalimat yang Ratna Ucapkan dulu saat Masih bersama Ahsan. Dan Kini Ratna Yang sama Memang Akan Menikah Tapi dengan Effendy.

Masih Ada Rasa Sayang Oleh Hasbiallah Bin Waizulkarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *