Menangis Sedih dalam kesendirian

Menangis- Aku ingat beberapa kali aku menangis, maksudku tagisanku yang paling berkesan dalam hidupku, misalnya saat ibuku pergi numbuk padi ke heler pak Ujang.

Waktu itu ibuku pulangnya larut malam, dan aku risau, lalu aku menagis hingga semua Kakak ku blingsatan karena aku ngak mau berhenti nangis, soalnya waktu itu aku masih kecil sih….! gapapakan? masih kecil ini! apalagi aku anak buntut, Eh bontot. jadinya manja gitu deh, lucu lagi…. imut juga sih. Eh udah gedenya Malah Ganteng.. Heran Gue!

Dan kisah menagisku ada di bawah ini loh…, begini Ceritanya….

cewe nangis

Menangis Pertama [Kabar dari Langit]

Oleh : Habiallah

hari jum’at siang, Tetangga rumah pak Karni, bernama ibu inu, mengecek keadaan sapinya yang sedang di ikatkan di sawah sehabis panen. letaknya tidak jauh dari rumah pak karni.

ketika itu kebetulan pak karni sedang mau berangkat ke masjid yang jaraknya sekitar satu kilo meter dari rumahnya.

Rumah pak karni yang terletak di area pesawahan di desa sungai landeh itu bernuansa sangat indah seperti gambar pemandangan yang ada di google

“Memangnya berangka jumatan juga, kak karni” tanya ibu inu “Memangya tidak apa apa kak libartinya di tinggalin” tambah ibu inu lagi.

“Iya Nu. sepertinya dia baik baik saja, Aku tinggal jumatan sebentar sepertinya gak apa apa” jawab Pak karni sambil berlalu kearah jalan setapak di pinggir pinggir sawah, menuju jalan utama ke arah mesjid.

sedangkan ibu inu dengan perut terlihat semakin membesar saja, beliau menyeret sapi ke area pematang yang rumputnya tebal, ibu inu memang lagi hamil saat itu, mungkin sedang iseng saja menengok sapi, sekalian olah raga, supaya Debay di dalam perutnya sehat.

Dari kejauhan ibu inu menoleh ke arah rumah pak karni, dimana terlihat Bu Libarti, yaitunya Istri dari pak karni sedang terbungkuk memegang perut terlihat di balik jendela rumah.

Dengan segera Ibu Inu mengikat tali sapinya ke sebuah tunggul, lalu tergesa gesa berjalan menuju rumah itu, sedangkan Bu libarti tidak terlihat lagi di balik jendela.

Bu Inu mempercepat langkahnya dengan keadaan beliau yang sedang hamil tapi di pematang itu, ibu Inu berjalan tergopoh gopoh karena harus berjalan dengan cepat tapi harus hati hati takut jatuh dari pematang, ibu Inu risau atas sesuatu yang mungkin terjadi sama tetangganya. [Ibu libarti istrinya pka karni]

sedangkan Si Sapi hanya menoleh cuek tidak terlalu ambil pusing ketika tuannya sedang panik membayangkan Keadaan ibu libarti, di dalam rumah sana yang mungkin saja sedang kepayahan, sementara suaminya sedang jumatan, dan anak anaknya [Ibu Libarti dan Pak karni] sedang sekolah.

yang sedang Bersama ibu libarti mungkin hanya anak nya yang masih berumur 4 tahun bernama Karli Putra.

Sementara si sapi tidak perduli itu. dan ia kembali melahap rumputnya di tepi tepi pematang sawah.

“Kak Kak Kak….” Seru ibu inu

Ibu inu segera menongolkan kepalanya di jendela, Seketika itu juga beliau [Ibu inu] Terperanjat, karena selaksa wajah dengan cairan yang meleleh keluar dari Lubang hidung pemilik wajah itu, Cairan itu sudah mulai kehijauan, mungkin karena terlalu lama bersemayam, bentuknya tidak jauh berbeda dengan cairan Terminator ketika terluka. Cairan itu adalah ingus Karli.

Karli tidak bereaksi banyak, dia hanya sedikit terkaget lalu menyapu cairan yang meleleh itu dengan tangan kanannya sehingga selaksa Alur atau Garis unik yang membekas berkat sapauannya itu.

“Tek” Sapa lugu Karli

[tek=bi /Etek=Bibi]. minang.

“Karli ngapus Ingusnya yang bener dong….” kata ibu Inu yang saat itu masih kembang kempis sambil memegang perut hamilnya.

Ibu Inu segera mengalihkan pandangannya ke arah bu Libarti di lantai, di situ Ibu lIbarti sedang terbaring, dengan kepala yang tersandar di sebuah bantal yang di tinggikan dengan menempelkannya ke dinding papan.

Keadaan memang menegangkan! di rumah kayu yang letaknya di area pesawahan yang tetangganya berjarak agak jauh, dimana di dalam rumah itu hanya seorang Ibu dengan Anaknya yang masih berusia empat tahun bernama Karli, dengan ingusnya yang sepertinya harus dia sendiri yang menghapus karena ibunya yaitunya ibu libarti sedang bersitegang dengan sesuatu yang membuat perutnya sakit, penulis tidak bisa membayangkan dan juga tidak mungkin merasakan itu.

Beruntung sekali ada ibu Inu, dan akhirnya sesuatu yang ada di perut ibu libarti itu keluar juga berkat bantuan Bu inu, mahluk yang keluar membawa kabar aneh dari langit, kabar yang entah bagai mana cara memaknainya.

“Oeeek Oeeeeek Oeeeeh” hanya itu yang terdengar.

Kabar itu adalah tangisan pertama. sama saja dengan semua manusia waktu pertama lahir.

Dan kebetulan saat itu yang membawa kabar adalah aku.

Aku bilang “Oeeeeek Oeeeeek Oeeeee” dengan nada sekeras kerasnya.

Singkat cerita, ini adalah kisah kelahiranku yaitunya penulis sendiri yang diberinama Hasbiallah oleh pak Karni [Adalah Abak Ku Sendiri.]

jelasnya!

Ibu libarti adalah ibu yang melahirkan aku pada saat ayahku yaitunya Bapak Karni saat sedang jumaatan, dan kebetulan ibu inu [tetangga tapi rumahnya agak jauh] menengok sapinya di sawah yang dekat dengan rumah ku, tempat aku lahir itu, dimana dirumah itu ada ibuku dan kakakku bernama karli yang masih berusia Empat tahun yang ada ingusnya, dan kakak ku yang lain yang sudah agak besar sedang sekolah. bingung ya…?

Sama Aku juga agak bingung gimana jelasinnya.

Mungkin Jelasnya Gini!

Aku lahir hari jumat di bulan januari 1990 dan sebagai bidannya [bukan bidan sebvenarnya] adalah ibu Inu yang sedang hamil, mau ngasih kabar aja, bahwa saat itu ibu Inu sedang hamil yang ketika lahiran, anaknya di berinama Ahmad Firduas aku memanggil dia Amat.

Amat yang lahir pada bulan Mei artinya dia lebih muda 3 bulan dari ku, ketika mulai beranjak balita dia suka temani aku untuk memanjat pohon jeruk milik neneknya, iya! pohon jeruk milik neneknya. bukan milikku.

Tangisan berkesan [Jauh]

Oleh: Hasbiallah

Seekor Bangau Putih di pinggir danau terlihat terbang, sepertinya dia ingin menuju tempat yang jauh.

Di saat itu pula Azan maghrib berkumandang dari arah mesjid yang letaknya tidak jauh dari bangunan lantai dua itu, yaitunya bangunan yang setengah jadi, dimana lantai satu di pakai untuk kegiatan belajar, dan lantai dua belum ada bangunannya, hanya lantai semen tanpa tembok.

Aku segera turun dari tempat itu, sambil melangkah turun melalui tangga, aku masih memikirkan “akan kemana terbangnya bangau putih itu, sepertinya dia akan pergi jauh” langkahku semakin gontai semangatku berkurang saja, “memangnya bangau itu tidak punya rasa rindu, sehingga begitu mudah baginya untuk pergi jauh” saat berfikir seperti itu aku agak memiringkan kepalaku kearah kiri dengan senyum yang tidak bisa aku tirukan saat ini, Sedangkan tangan ku memegang tiang penyanggah tangga dengan gerakan yang seperti ingin seperti tidak.

Akhirnya aku berlalu juga dari atas bangunan setengah jadi itu, sehingga sampai di masjid pesantren Madrasah Aliyah Muhamadiyah Saning Bakar Solok.

Kembali bertemu dengan lantai dua, dimana sehabis shalat maghrib, tempat melaksanakannya adalah di lantai dua, dan ketika hendak turun, maka di beranda masjid lantai dua itu, akan terlihat pemandangan danau yang sama.

“Luas ya danau itu, berapa sih jaraknya?” fikir ku saat itu.

Jika anak anak lain langsung kebawah menuju Asrama di lantai satu, maka aku sejenak dulu di beranda lantai dua, hendak menghibur hati yang aku sendiri bingung harus menghibur dengan cara yan seperti apa! dan satu satunya yang aku temui adalah pemandangan danau yang indah, dan itulah yang aku nikmati.

“Mak… aku lihat danau” kataku pelan “Disana ngak ada danau, di sini ada, bagus!” ujarku setengah sadar setengah tidak aku mengucapkan itu.

“Woi ayo turun sini ngapain kamu di situ aja!” teriak Abul dari bawah.

[Abul kaka kelasku dan juga teman sekampungku Aku memanggil dia Aciak]

“Ya Ciak” jawabku

Turunlah aku Kebawah, sambil turun kebawah aku merasa aneh dengan teman teman lain, seolah mereka tidak memperdulikan indahnya danau itu, sepertinya mereka tidak ingin mengobati rindu, “Entahah Mungkin aku yang lagi aneh” pikirku.

Dan tibalah waktu Shalat Isa, lalu jam mengaji malam seperti biasanya layaknya kegiatan anak pesantren, lalu selesailah semua kegiatan murid murid pesanteran Mandarasah Aliyah Muhaadiyah hari ini…, tapi belum dengan kegiatanku, karena kegiatanku akan lebih berat lagi dari sebelumnya.

Kunci hati

Kunci dan gembok, mereka berpasangan, jika hanya kunci saja tentu ngak bisa di pergunakan, dan membukanya harus dengan kampak, atau palu.

tidak tidak, aku tidak ingin bercerita tentang itu sekarang…

Karena aku jomblo…!

Yang ingin aku ceritakan adalah, iya siih kunci juga….

Malam telah tiba suara jangkrik meraung raung di selingi teriakan kodok di luar sana, mereka seperti sedang berlomba bernyayi, dan membrisikkan suasana, alih alih menghibur hati yang lara.

Kunci, yang membawaku kedalam dunia yang begitu berat malam itu, dunia yang berat bagi anak laki laki seperti aku, anak laki laki yang bersia 14 tahun, Sebuah misi yang aku emban malam ini, dan misi ini perintah langsung tanpa bisa aku hindari.

Kunci itu Terbuat dari perak apa logam ya? warnanya kuning gitu?

yang jelas kunci itu ukurannya kecil, dan kunci itu ada talinya, dan pada tali ada sebuah logo sederhana terbuat dari spidol. tulisannya “Hasbiallah”, yaitunya namaku sendiri.

Di dalam asrama ini anak anak [murid pesantren penghuni Asrama] sudah pada berkumpul, dan aku salah satunya yang sedang memegang kunci kecil itu.

Sebuah misi berat ini memang seharusnya rahasia, sedangkan aku berada di khalayak yang ramai ini, di dalam asrama yang orang orangnya, pasti akan curiga kepadaku.

ini Benar benar menyebalkan!

Aku masukkan kunci itu kedalam saku celana, lalu aku perhatikan semua orang, dan ternyata tiak ada yag menaruh curiga padaku, dan kebetulan juga mereka semua sibuk masing masing.

Aku menuju tempat tidurku, lalu ku buka selimut itu lalu aku rebahan, dan secara cepat aku tutupi dari ujung kaki sampai ujung kepala, disanalah aku melaksanakan misi rahasia yang di perintahkan oleh akal sehatku, sementara di lawan oleh hatiku.

Yaitu menahan tangis yang karena terlalu rindu pada ibu yang sebulan yang lalu aku tinggalkan di Kec, Sangir sana, lalu aku pergi ke Saning Bakar Solok, dan jarak antara aku dan ibuku sekarang sekitar 100 km.

dan ternyata akal sehatku kalah, anak laki laki yang konon tidak boleh menangis Karena rindu akhirnya menagis juga di balik selimut.

Ok….! cerita yang bagus bukan?

Oh ya lupa Kunci!

Kunci rahasia….!

Tapi yang rahasia bukanlah kuncinya, tapi mereknya yang bertuliskan Hasbiallah [namaku], Itu yang nulisin Ibuku.

Maaaaak aku rinduuuuu…

Rencana Cerpen menangis selanjutnya : Menangis menjelang subuh hari.

Itulah kisah menagisku yang paling berkesan dalam hidupku. yang pertama menagis pertama kali menagis, dan yang kedua menangis ketika pertama kali berpisah dengan Emak ku, karena Rindu.

Dan di bawah ini artikel yang sengaja aku sediakan jika kamu kesininya karena tidak sengaja. dan sebagai informasi saja….

Apa itu Menangis?

Menangis merupakan reaksi tubuh kita terhadap hal yang miris yang di alami seseorang baik orang lain orang terdekat, bahkan diri sendiri, yang membuat kita menjadi iba, sehingga muncul gejolak dari sanubari untuk melepaskan perasaan itu, sehingga keluarlah air mata sebagai bentuk dari puncak ke ibaan itu.

Jika salah CMIIW Ya

Manfaat Menangis Bagi kesehatan

Menurut sumber terpercaya bahwa menangis ternyata bisa membuat kita jadi sehat, asalkan tidak lebai nangisnya, semisal. kamu nangis dari pagi sampe sore. ini bukannya sehat tapi akibatya bikin mata bengkak.

atau kamu nangis sambil teriak teriak, itu malah bikin kamu sendiri tersiksa, dan orang lain juga terganggu karenanya, nangis sih nangis, tapi gak gitu juga kalii ya!

dan di bawah ini manfaat menagis bagi kesehatan.

Membersihkan kotoran mata

Alasan : mencuci muka dan mencuci mata saja, tidak bisa membersihkan mata dari dalam, dan inilah keuntungan menangis, sebab kotoran yang ada di dalam mata bisa keluar bersamaan dengan air mata yang keluar.

Melindungi mata dari bakteri

Alasan : mata memiliki lisozim, suatu larutan enzim yang terdapat di dalam cairan sekresi eksokrin, seperti air susu ibu, air mata, keringat, lendir hidung dan cairan mulut.

Jika kita berkatifitas diluar yang bisa membuat mata terkontaminasi dengan Bakteri maka komponen [atau zat] di atas bisa membunuh bakteri tersebut, jadi menangislah jika di perlukan, supaya zat tersebut bekerja, dan mata kita jadi sehat dan bersih, tapi ingat! Gak usah Lebai lebay amat loh.

Mengeluarkan racun

Alasan : endorphin leucine-enkephalin dan prolactin, Adalah hormon stress yang bisa keluar dari dalam tubuh bersama airmata saat menangis.

jadi kita menagis, racun penyebab stress juga keluar, karenanya.

Meningkatkan penglihatan

Alasan : Dengan menagis maka membantu mata kita tetap lembab sehingga terhindar dari debu, Bakteri, dan mencegah iritasi pada mata.

Meningkatkan kualitas Tidur

Alasan : Hal ini berlaku pada bayi.

keterangan ini bersumber dari : Doktersehat.com sebab penulis [hasbiallah] bukan ahli kesehatan jadi kita harus mencari sumber yang relevan.

Manfaat Menangis Bagi Fisik, mental, dan sosial

Bikin lega hati

Alasan : Saat aku menagis di asrama pada ceritaku di atas, saat itu rasanya cukup lega, jika saja menagisnya aku tahan terus karena malu, maka aku bisa stres kayaknya.

Suasa berubah jadi enakin [indah]

Alasan : Sehabis aku mengis biasanya suasana terasa lebih indah saja, kayak pada cerpen di atas, sewaktu subuhnya, aku kembali melihat danau dari lantai dua mesjid, dan suasana kayaknya jadi terasa lebih indah saja coy!

Jadi Semakin di sayang

Alasan : Seorang cewe yang tegar dan kuat dia jarang menangis, tapi ketika sekali dia menagis, maka suami, sahabat atau siapapun orang terdekatnya, akan lebih sayang padanya. benergak !

Bikin sebagian orang jadi Kreatif.

Alasan : Pencipta lagu, akan cenderung dapat inspirasi kata kata saat doi sedang bersedih, dan kata kata tersebut akan menjadi lagu terknal nantinya.

Mengurangi stres

Alasan : Menaggulangi kesedihan jika tidak dengan menangis, mungkin ujung ujungnya bisa stress. dan, ya Baca QURAN, Dan Ibadah, berserah diri keada Allah, dan mengis secukupnya saja, utuk mendapat manfaatnya, menghilangkan racun [Seperti di atas], misalnya DLL.

Yang berhubungan dengan menangis

Terimakasih gais jangan lupa komentar ya, jika pada cerpen di atas ada yang salah atau kurang, silahkan dikoreksi tapi jangan di maki, soalnya aku suka nagis loh karenanya…. [cowo apaan gua!]

Menagis Oleh Hasbiallah

hasbi: Hasbiallah Bin Waizulkarni suka menulis pesan puitis yang seringkali tidak jelas di pesan cewe yang di sukainya. dulu! Kebiasaan itu di ubah menjadi menulis di kolom postingan website yang kamu baca sekarang ini. berupa puisi, Caption dan Juga cerpen!