Mualaf Dan Aku yang Berdebat

Mualaf, mereka mau memeluk islam hanya karena sesuatu yang tidak di perhitungkan oleh banyak orang.

Terkadang aku tidak berharap bertemu salah satu dari mereka, Karena membuat aku tidak berharga di hadapannya, Mungkin aku sendiri yang merasa seperti itu, mungkin ada sebagaian orang hatinya bergelegar dan ingin sekali m3m@ki,mudah mudahan tidak.

Walau bagaimanapun kita Harus sadar bahwa kebebasan beragama itu harus di junjung tinggi. dan aku sering dengar bahwa mereka yang mualaf adalah kehendak mereka sendiri, Karena sesuatu yang mereka sendirilah yang bisa menjelaskannya.

Aku benci Kenapa harus mengingat hal tentang mualaf, kadang juga aku menyesal kenapa juga harus benci mengingatnya. Memang bebas memilih Agama.

***

Perempuan itu menangis Lalu memeluk seorang perempuan lain yang tadi berdiri di sebelahnya, dia menyeka air mata sedangkan perempuan yang dipeluknya tadi menepuk-nepuk pundaknya.

pemandangan itu dari Video yang aku tonton di situs Youtube, tentang mualaf perempuan yang baru selesai membaca kalimat pertanda dia menjadi mualaf.

Langsung aku cari tombol segitiga dan Berhentikan Videonya Karena aku benci dan tidak suka seperti ini. Aku kembali ke editor situs pribadiku dan berusha fokus melanjutkan pekerjaanku yang seharusnya selesai malam ini.

Tadinya aku menonton youtube hanya ingin mendengar beberapa lagu saja, itu memang kebiasaan jika aku sudah terlalu capek menulis untuk postingan blog pribadiku. tapi malah aku menonton Video mualaf. bukannya mendengar Lagu.

***

Sebagai blogger aku memang terbiasa dengan semua hal yang ada di internet mulai dari berita terhangat, sampai dengan perdebatan yang tidak penting antar umat beragama.

Aku juga sering ikutan dalam perdebatan itu, tapi Dulu. sekarang akau sadar, Entahah buat apa aku buang-buang waktu meladeni orang-orang yang suka berdebat itu.

Yang terpentingan sebenarnya bukan masalah menang kalah dalam perdebatan, tapi mencari solusi supaya tidak terjadi permasalahan karena debat tersebut. dan mencari solusi supaya tidak ada perdebatan tersebut. buang buang waktu, bikin panas hati sendiri.

Itu entahlah aku juga heran kenapa aku pernah ikut-ikutan yang begituan. Cari solusi kek apa kan enak. malah mencari masalah baru dalam berdebat.

ya akhirnya aku kembali lagi ke editor websiteku, kenapa tidak dari awal tentu sudah banyak Tulisan yang aku kerjakan. malah ribut-ribut di debat.

Mungkin karena Debat itu juga aku jadi sering kepoin orang-orang yang mualaf di youtube, salah satunya tayangan Perempuan yang menangis setelah membaca kalimat sebagai syarat untuk menjadi mualaf tersebut. dan Videonya aku cancel karna ngak tahan melihatnya.

***

Suda agak lama aku tidak lagi-lagi melihat hal berbau sensitive di internet, karena berpengaruh juga untuk diriku sendiri.

mana bikin panas hati, sudah gitu pusing mikirin perkataan orang orang karena debat, lalu pekerjaanku terabaikan, ibadah ku terbaikan juga, dan aku rugi karenanya.

Sekarang Aku lebih memeilih untuk mengurusi diriku sendiri, mencari rizki Halal, menambah banyak teman di dunia nyata maupun dunia maya.

Dan yang terpenting adalah melaksakan ibadah supaya Yang Maha Kuasa Menyertaiku setiap Saat.

dan saat ini aku sudah berhenti dengan hal-hal yang tidak penting seperti debat, dan memikirkan hal-hal yang hanya membuat diriku sendiri pusing.

***

Aku benci mengingat hal tentang mualaf, yang aku benci adalah diriku, kenapa aku tidak bisa sebaik mereka dalam pencarian iman, sehingga mereka bisa merasakan keindahan islam yang sebenarnya, sedangkan aku sibuk dengan seseuatu yang menurutku sangat penting yang seharusnya tidak perlu di nomor satukan.

padahal Sebagian dari mualaf yang aku lihat adalah tentang mereka yang awalnya risau dengan keadaan mereka, akhirnya menjadi tenang karena satuhal mereka sendiri bisa menjelasannya, dan mereka berani meninggalkan apapun tentang duniawi karena alasan yang hanya mereka yang mengerti itu.

Dan jika aku bertemu dengan salah satu dari mereka [yang baru mualaf] mungkin mereka akan bertanya, tentang Agama islam [agama yang aku anut]. mungkin aku akan bingung, karena tidak tahu jawabannya, itulah yang aku takuti dan membuat aku merasa rendah dihadapan yang bertanya itu.

Dan sekarang aku telah berjanji untuk meningkatkan kualitas Imanku, Ibadahku, dan berhenti mengikuti cara berfikir yang mementingkan Uang seolah olah Uang adalah sang Raja kehidupan.

padahal artis papan atas yang punya banyak uang, punya keluarga yang terlihat sempurna malah banyak yang bun#h D1r! karena apalah gak tahu.

Oh ya aku mau jujur. aku berhenti menonton video perempuan yang membaca syahdat sambil menagis, karena aku gak tahan pengen nangis juga, aku benci menangis kan gua cowo coy, malu aja gitu. wkwkwkwk

Mualaf Dan Aku yang Berdebat [belum revisi] Oleh Hasbiallah bin Waizulkarni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *