5 Puisi Kopi Terbaik Telah di Cintai Jutaan hati

Puisi Kopi >> Pahitnya kopi sepahit apapun itu, tetap ada gula yang semanis apapun itu, dan mereka selalu bertemu dengan kehangatan, kira kira seperti itulah kalimat filosofi yang terkenal itu.

Kata kata kopi yang indah itu sangat di sukai karena makna yang terkandung di dalamnya mampu memberi inspirasi.

Puisi Tentang Kopi

Sederhananya makna dari kalimat filosofi kopi di atas adalah, bahwa perbedaan akan menyadi penyempurna dalam hubungan sosial, seperti berteman, bersaudara dan dengan pasangan.

Pada postingan kali ini aku sudah buatkan lima puisi tentang kopi yang mudah mudhan kamu sukai ya, dan mudah mudahan maknanya bisa memberi inspirasi buat kita semua. cek semua ya.

Secangkir kopi dan rindu

Puisi Kopi Oleh Hasbiallah

Ketika kopi seduhan sendiri

“Belum cukupkah serdadu Rindu!”

Serudup, nada dan nikmat berpadu

“Runtuhlah ke jauh sana, Pilu!”

Menari asap, gelas alas beradu

“Terasa berbeda aku kini tak lagi seperti dulu”

Kala senja membawa udara sunset Serta semu

“Dulu disini ada kamu bawa secangkir kopi padaku”

Cerita :

Terbiasa bersama dengan dia lalu masa masa itu hilang sudah di telan waktu karena?

Mungkin persoalan, atau karena takdir dan itu menghasilkan yang namanya rindu, pilu, dan kini harus menyeduh kopi sendiri, kira kira seperti puisi diataslah perasaan saat ini.

Kisah sebiji kopi

Puisi Kopi Oleh Hasbiallah

Aku hanya biji kopi

Di jemur, di panggang, di tumbuk

Dan aku jadi bubuk yang halus

Aku diairin lalu di nikmati sebentar

Lalu aku di buang ke selokan

Aku merasa tidak di sayang

Dan aku tidak pula di kenang

Aku hanya di butuhkan lalu di buang

Tapi aku perlu ada

Karena aku! seseorang pernah bahagia

Cerita :

Kopi dalam gelas adalah gabungan dari beberapa biji kopi yag di haluskan.

namun hanya beberapa waktu saja kopi ini berguna oleh kita penikmatnya, dan setelah itu kopi tidak lagi berarti.

hanya menjadi sesuatu yang kotor lalu di buang, jika kita menjadi kopi maka seperti puisi diataslah curhatannya.

sederhananya, Dia iklas meski di campakkan setelah di manfaatkan

Pak tani dan Kopi Pahit

Puisi Kopi Oleh hasbiallah

Mengepak sayap pagi

Sejukkan sanubari

Dan kopi pahit pun Ku nikmati

Tak mengapa Aku tak perih

Siang menggelepar terik menghantam

Perut lapar pendangan menghitam

Singkong rebus adalah peredam

Kata angin sepoi “Pak tani ini tidak suram”

Perempuan dan anak kecil berlari

Pematang menjadi saksi

Aku di sayangi, mereka semua perduli

Sikecil berkata “Bak aku bawain nasi”

Aroma asli kopi dari gelas tuangan istri

Ia kata “gula hanya segini?”

Ku jawab “Tak mengapa, Ini lebih berarti!”

Cerita :

Ayahku adalah seorang petani dan juga penikmat kopi, setiap hari kegiatan ayahku adalah kesawah dan juga ke kebon, jika istirahat maka beliau istirahat di gubuk.

Sedangkan ibuku adalah ibu rumah tangga, sering mengantar nasi untuk makan siang ayahku.

Sebagai keluarga petani tentu selalu ada saja kekurangan, namun kekurangan tersebut tetap di syukuri karena tetap ada nilai positif disana, ya itu akan menjadi kenangan indah dalam kebersamaan.

Kopi dan Sepi

Puisi Kopi Oleh Hasbiallah

Selamat pagi sayang!

Tidak Mengucapkan itu sang istri

Nada sendok membelai cangkir

Dengan itu disapanya kala pagi

Dan dia tersenyum

Secangkir kopi telah jadi

Asap menari-nari

Lalu semakin pudar

Lalu semua hilang

Oh, semua telah pergi

“Dan Aku hanya? maksudku, pagi ini.!”

“Bukan, bukan itu! Mungkin “Aku terlalu?”

“Atau…?”

“Tidak sesederhana “Tanpa dia, Aku…, sepi.”

Cerita :

Kehilangan itu menykitkan, menyulitkan kita untuk berfikir positif [terkadang], membuat kita hanya merasakan pahit, tanpa sempat memikirkan makna di sebaliknya.

Puisi kehilangan diatas, adalah gambara dari itu, misalnya aku yang sedang menyeduh kopi di pagi hari atau senja hari.

sedangkan biasanya ada yang menyeduhkannya, dengan senyum dan sapaan manja, lalu ingatan itu tiba sesaat, sebelum tersadar beneran.

Aku rasa itu perasaan yang lebih dari sekedar Sepi.

Kopi dan mawar

Puisi Kopi Oleh Hasbiallah

Wangi harum mawar

Dariku untukmu

yang akan Layu

Nikmat Aroma kopi

Darimu untukku

Yang akan habis

Ku petik lagi mawar

Di manapun adanya

Kau seduh lagi kopi

Sesulit apapun gula.

Cerita :

Cinta akan pudar juga gais, seperti harum/hangat ketika baru baru di petik dan layu beberapa waktu setelahnya.

Dan selalu ada cara supaya tidak dingin di antara kita berdua, Antara kamu dengannya deh.

Apapun caranya yang terpenting komitmen dan menjaga kehangatan dalam keluarga harus ada selama ada usia.

***

Jika kamu menyukai salah satu Puisi Kopi di atas aku minta di kasih #Sukacerita dan juga #Habiallah sebagai penulis dan sumber dari puisi tersebut ya gais.

Mudah mudahan puisi kopi ini memberi manfaat untuk kita semua ya. cek juga puisi puisi yang lain di blog ini ya.

Puisi Kopi sumber inspirasi Oleh Hasbiallah

hasbi: Hasbiallah Bin Waizulkarni suka menulis pesan puitis yang seringkali tidak jelas di pesan cewe yang di sukainya. dulu! Kebiasaan itu di ubah menjadi menulis di kolom postingan website yang kamu baca sekarang ini. berupa puisi, Caption dan Juga cerpen!