Simbol | Puisi tentang Kekaguman

Diposting pada

Puisi islami yang aku beri judul Simbol ini tentang, kekaguman berlebihan kepada bentuk, atau karya manusia yang membuat kita kadang terjerumus menjadi menyesatkan.mungkin karena berlebihan mengaguminya.

Puisi ini bukan untuk menyindir siapa-siapa hanya sebuah pemikiran pribadi saya sebagai Muslim. Jika Pembaca lebih Paham Akan Islam. saya harap untuk mengkritik jika ada kalimat yang salah pada puisi di bawah.

Simbol

Oleh Hasbiallah

Terbentuk dari Nukilan Gubahan Manusia-Manusia

yang Memangku dan di Pangku kreatifitas..! Seperti Berkasih Sayang..!

Insting yang kuat memformat karya yang indah

dan menjadi Selaras kekaguman dari itu, kepada Ku dan manusia lainnya.

 

Indah warna dan garis hingga menjadi bentuk..

Ada pula Rupa dan Gaya Nan Indah Sebagian lagi Pesta Meriah

oh Tuhan..! Aku dan Manusia lainnya mengagumi Itu

Oh aku menyukai karya indah, karena kecerdasan manusia, Atas kecerdasan Pemberian Mu

 

Simbol bukan sebagai Perantara bagiku..! hanya karena indah..!

Akal yang luas bukan menyempit, sudut pandang seperti sempit tapi sesungguhnya luas, ada yang tidak tahu itu. Karena Tiada sempat terfikir lebih jauh.

Akal yang membuat kegunaan simbol  menjadi bercabang cabang, Menjadi tidak tepat di akhir Kisah.

Oh tuhan lidungilah Aku Akalku untuk Imanku Kepadamu

 

Kau dekat dan Aku tidak butuh pengirim surat

Sungguh dekat dan aku bisa sampaikan ke alamat yang tepat

Kepada Siapa aku akan berkirim

akan sampai dengan sangat Cepat.

 

Simbol bagaikan makhluk berjalan seperti pak pos, kadang dia Curang..! Mungkin yang di belakangnya.

Simbol dari skill menawan Pemberian Mu

Simbol indah hanya kekaguman indra, buka untuk Akalku

Aku mengerti Atas Pemberitahuan-pemberitahuan Mu.

“Subhanallah walhamdulillah walailahailallah Wallahu Akbar”

Sebagai muslim puisi di atas saya tulis sesuai dengan cara berfikir pribadi. mohon maaf jika ada kalimat yang salah. dan saya menulis puisi di atas mengunakan Cara Menulis Puisi ini.

Simbol | Puisi tentang Kekaguman oleh Hasbiallah Bin Waizulkarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *