Cerpen Cinta | Ungkapan Angin Yang Tersangkut di Pohon Mangga

Cerpen Cinta Temanku namanya randi. sekarang dia lagi main gitar di beranda sana, mungkin dia sedang menikmati hembusan angin untuk menyejukkan perasaannya yang lagi baper, nada dari gitar yang ia mainkan cukup bagus untuk mengiringi kesejukan malam yang lagi mendung ini.

Hembusan udara sebelum hujan yang menyeruak ke celah kaca ini menginspirasiku untuk menulis tentang curhatan randi beberapa menit yang lalu, sebelum dia mengambil gitar dan keluar menuju kursi sana.

aku sendiri bersama randi dan juga rafanda memang bekerja di tempat yang sama, sekarang aku tinggal di mes bersama randi dan ada juga teman yang lain

rafanda sendiri rumahnya tidak jauh dari sini, dari kursi tempat randi duduk itu akan terlihat kursi panjang dibelakang rumahnya rafanda.

ungkapan angin yang tersangkut di pohon mangga
Cerpen Cinta | ungkapan angin yang tersangkut di pohon mangga

oh ya lupa. Aku belum mengenalkan rafanda, dia [rafanda] biasa di panggil anda atau nda, dia berkulit putih tingginya sekitar 160 cm, dengan tubuh yang tidak terlalu gemuk dan tidak pula kurus, yang pasti dia itu cantik, tapi aku tidak mau menggodanya karena takut si randi menenggak racun kecoa, karena randi tergila padanya

Selain takut randi gila beneran aku juga takut kamu bosan dengan cerita ku ini, lebih baik aku langsung saja ke inti cerita antara sahabatku randi dan gebetannya rafanda yang cantik dengan tahi lalat dihidung itu.

Cerpen Cinta Bagian 1 | Seutas Gitar

bang randi nih liat.. kata rafanda sambil mengulurkan handphone miliknya ke arah randi yang sedang duduk tidak jauh dari rafanda.

“kerjanya yang semangat ya sayang”

tulisan itu yang pertama kali terbaca oleh randi

tulisan itu dari pacar rafanda lalu rafanda memamerkan chattan itu ke randi.

Trus kenapa.! ucap randi yang pura pura tidak kenapa napa, padahal aku tahu rasanya hati randi saat itu, mungkin dia langsung pengen pulang , setelah sampe kamar dia akan mengambil seutas gitar dan bernyanyi dengan nada keras diringi sikapnya yang pecicilan tidak jelas, dan itu berisik menurutku…. dan dia sering seperti itu.

dan kini malam telah tiba randi yang tadi sempat pecicilan juga dan sekarang dia sudah anteng capek mungkin.! ujung ujungnya ya curhat seadanya sebagaimana cowok curhat.

Bro galau gua. kata randi

galau kenapa brew, jawabku lagi..

dan dia menceirtakan perihal chattan rafanda dengan pacarnya tadi siang itu.

Cerpen Cinta Bagian 2. 0,5 sampai 0,9 mili detik

Berapa hari yang lalu randi cerita ke aku, katanya dia sudah nembak rafanda, dan cara dia nembak itu benar benar membuat Bergidik, jujur aku hanya punya satu teman yang nembak cewe dengan cara semengagumkan itu.

randi dan rafanda bekerja di ruangan yang sama, dan saat itu kerjaan lagi sedikit jadi waktu luang itu digunakan randi ngobrol dengan rafanda…

“nda aku sebenarnya suka sama kamu tapi kamu sudah punya pacar” ungkap randi “aku takut kalau merebut pacar orang ntarnya aku dapat karma”, kata randi lagi ke rafanda.

aku mendengar randi curhat seperti itu langsung tepok jidad dengan nampan ibu kantin.

lalu randi kembali mengungkapkan sesuatu ke rafanda..

“kita nikah aja yuk”.

kata randi mengungkapkan dengan tempo yang tidak sampai 1 detik, mungkin sekitar 0,5 sampai 0,9 mili detiklah dia menyampaian kalimat itu, dan itu teralalu cepat bagi telinga cewe untuk menyerap kalimat yang seharus nya disampaikan secara santai.

Entah bagus atau tidak tapi randi mengakui kekonyolan cara dia nembak rafanda, dan aku menikmati kegregetanku dengan menyuruh randi menirukan saat dia mengungkapkan kalimat “kita nikah yuk” itu.

Kini ungkapan yang pernah di ucapkan randi telah menjadi angin yang tertsangkut di pohon mangga nan tumbuh di halaman rumah rafanda, angin itupun ingin membantu lidah randi untuk menyampaikan kalimat cinta, sedangkan randi entah apalagi rencana dia. aku tidak ingin mendengar cerita aneh lagi berkat kelakuan dia…

oh ya pacarku namanya sifa dia sahabatan sama rafanda sejak dari kecil karena mereka tetanggaan. sifa bilang bahwa rafanda sebenarnya menunggu randi nembak dia lagi.

tapi randinya jangan seperti itu, yang penting bisa di jawab dengan mudah dan tidak membuat aku bingung kata sifa menirukan kalimat rafanda.

dan sayangnya kini randi sudah tidak lagi bekerja disini, aku tau rafanda rindu padanya..

Cerpen Cinta | Ungkapan Angin Yang Tersangkut di Pohon Mangga, oleh Hasbiallah, 22 juli 2018

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *