Kali ini mimin akan membuat sebuah cerita pendek yang berjudul cerpen cinta romantis mahasiswa cinta dalam badai, cerita ini menceritakan kisah mahasiswa yang bernama Raka, jika penasaran langsung saja baca cerita di bawah ini.
Cerpen Cinta Romantis Mahasiswa Cinta dalam Badai
Langit sore di kampus Universitas Nusantara mulai berwarna jingga yang menandakan bahwa waktu sudah mulai sore ketika Raka duduk di bangku taman, menatap kosong ke arah danau kecil di tengah area kampus. Pikirannya dipenuhi oleh satu nama: Nadira. Mahasiswi jurusan Sastra yang baru dikenalnya beberapa bulan lalu.
Raka bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta, tapi ada sesuatu dalam diri Nadira yang membuatnya tidak bisa berhenti memikirkannya.
Sejak pertama kali bertemu di perpustakaan, Nadira selalu membuatnya kagum. Cara dia tersenyum, cara dia berbicara tentang buku-buku favoritnya, semuanya terasa begitu memikat.
Namun, ada satu masalah: Nadira bukan satu-satunya yang menginginkannya. Dika, senior di kampus mereka yang terkenal dengan sikapnya yang dingin dan penuh misteri, juga tertarik pada Nadira.
Suatu hari, Raka akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengajak Nadira jalan-jalan setelah kuliah. Dengan penuh semangat, ia mengetik pesan di ponselnya.
“Nadira, besok ada festival kuliner di taman kampus. Mau ikut? Aku traktir!”
Beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar.
“Boleh, ketemu di taman jam 5 sore ya! 😊”
Jantung Raka berdegup kencang. Ini adalah kesempatan besar untuk lebih dekat dengannya.
Keesokan harinya, Raka dan Nadira menikmati suasana festival. Mereka mencicipi berbagai makanan, tertawa bersama, dan berbagi cerita. Semua berjalan sempurna, sampai tiba-tiba Dika muncul.
“Nadira, bisa bicara sebentar?” suara Dika terdengar datar namun tegas.
Nadira terlihat ragu, tapi akhirnya mengangguk. Raka hanya bisa melihat mereka berjalan menjauh. Hatinya berdesir tidak enak.
Beberapa menit kemudian, Nadira kembali dengan wajah sedikit cemas.
“Kamu nggak apa-apa?” tanya Raka.
Nadira tersenyum kecil. “Nggak apa-apa, Raka. Ayo, kita lanjut jalan-jalan.”
Namun, saat malam tiba dan Raka hendak mengantar Nadira pulang, sesuatu yang tak terduga terjadi. Saat mereka melewati area parkiran yang sepi, tiba-tiba dua pria berjaket hitam mendekati mereka.
“Mau ke mana kalian?” salah satu pria itu bertanya dengan nada mengancam.
Nadira menggenggam tangan Raka dengan erat. “Raka, ayo pergi dari sini.”
Tapi sebelum mereka sempat melangkah, pria lainnya menarik tangan Nadira. “Dika menyuruh kami menyampaikan pesan, jangan dekat-dekat lagi dengannya.”
Marah dan tidak terima, Raka langsung melayangkan pukulan ke pria tersebut. Perkelahian kecil pun tak terhindarkan. Dengan sisa tenaga, Raka berhasil menarik tangan Nadira dan berlari secepat mungkin meninggalkan tempat itu.
Setelah merasa cukup aman, mereka berhenti di depan sebuah kafe kecil.
“Raka, kamu nggak apa-apa?” Nadira terlihat khawatir melihat luka di sudut bibir Raka.
Raka menghela napas. “Aku baik-baik saja. Aku nggak peduli dengan Dika atau siapa pun yang mencoba menghalangiku. Aku cuma mau jujur kalau aku suka sama kamu, Nadira.”
Nadira terdiam sejenak, lalu tersenyum. “Aku juga suka sama kamu, Raka.”
Malam itu, di bawah langit yang mulai dihiasi bintang, mereka akhirnya menyadari bahwa cinta mereka layak diperjuangkan, meski harus melewati badai yang menghadang.
Bagaimana ceritanya cerpen cinta romantis mahasiswa serukan ? jangan lupa membaca cerita cinta lainnya, kami juga memiliki cerita cinta penuh dosa yang tidak kalah serunya ada juga cerita cinta 17 th yang membuat kalian terpukau atas alur ceritanya